Definisi
Analisa sperma adalah pemeriksaan cairan sperma untuk mengevaluasi karakteristik tertentu dari air mani dan sperma yang terkandung di dalamnya (kualitas dan kuantitas sperma).
Analisa sperma bertujuan untuk menilai kualitas sperma melalui volume, PH, jumlah, pergerakan dan bentuk dari sperma itu sendiri, serta mendeteksi adanya faktor lain yang dapat mengganggu kualitas sperma.


Sampel
Sperma


Syarat sampel
Tidak mengeluarkan sperma antara 2 - 7 hari, pengambilan sampel tidak boleh menggunakan sabun, hand body, dll


Jadwal
Setiap hari


Nilai Rujukan
  • Jam Pengeluaran
  • :
  • Jam penerimaan sampel
  • :
  • Jam pemeriksaan
  • :
  • Abstinensia
  • : 2 - 7 hari
  • Cara pengeluaran
  • :
  • Kelengkapan
  • :
  • Wadah / tempat
  • :
    Makroskopi :
  • Liquifikasi
  • : ≤ 60 menit
  • Volume
  • : ≥ 1,5 mL
  • Viskositas
  • : ≤ 2 cm
  • Warna
  • : Putih keabu-abuan
  • Bau
  • : Khas
  • pH
  • : ≥ 7,2
    Mikroskopi :
  • Konsentrasi
  • : ≥ 15 juta/mL
  • Jumlah
  • : ≥ 39 juta/ejakulat
  • Motilitas
  • :
  • Progresif (PR)
  • : ≥ 32 %
  • Total Motilitas (PR + NP)
  • : ≥ 40 %
  • Immotile (IM)
  • :
  • Aglutinasi
  • : Negatif
  • Lekosit
  • : < 1 juta/mL
  • Lekosit
  • : < 1 juta/mL
  • Immature germ cell
  • : < 0,5 juta/mL
  • Viabilitas
  • : >= 58 % (Dilakukan jika Total Motilitas (PR+NP) < 40 %)
  • Morfologi normal
  • : ≥ 4 %


    Stabilitas Sampel
  • Suhu ruang
  • : < 2 Jam


    Manfaat
  • Untuk mengetahui kesuburan pria (kualitas dan kuantitas sperma).
  • Untuk memantau keberhasilan vasektomi


  • Referensi
    WHO 2010