Definisi
Kalium adalah elektrolit yang mempunyai peran yang sangat penting untuk metabolisme sel, transportasi nutrisi, melancarkan dan menormalkan fungsi otot, saraf dan fungsi jantung, serta menghilangkan produk-produk limbah dari sel, Kalium, bersama dengan elektrolit lain seperti natrium, klorida, dan bikarbonat (jumlah CO2), membantu mengatur jumlah cairan dalam tubuh dan menjaga keseimbangan asam-basa (pH). Hyperkalemia (kadar kalium yang tinggi), bisa menyebabkan terganggunya aktivitas elektrik di dalam jantung yang ditandai dengan melambatnya detak jantung.
Hyperkalemia (kadar kalium tinggi) dapat terjadi pada kasus ketoasidosis diabetik (merembesnya kalium yang terdapat pada sel-sel ke dalam aliran darah), gagal ginjal, batu pada saluran kemih, penyakit glomerulonephritis, penyakit kelenjar adrenal. Tes kalium digunakan untuk mendeteksi kadar kalium abnormal (hyperkalemia atau hypokalemia).
Merupakan salah satu dari elektrolit darah yang bermuatan positif (kation). Ditemukan di semua cairan tubuh tetapi konsentrasi tertinggi di cairan intraseluler (di dalam sel). Hanya sekitar dua persen hadir dalam cairan di luar sel dan di bagian cair dari darah (disebut serum atau plasma).


Sampel
Serum atau Urine


Syarat sampel
  • Tidak lisis, tidak lipemik, tidak ikterik
  • Urine 24 jam ( Tanpa pengawet)


  • Jadwal
    Setiap hari


    Nilai Rujukan
  • Serum
  • : 3,50 - 5,10 mmol/L
  • Urine
  • : 25 - 125 mmol/24jam


    Stabilitas Sampel
    Sampel serum
  • 2 - 8 °C
  • : 7 hari
  • (-15) - (-20) °C
  • : 1 bulan
    Sampel Urine
  • Suhu ruang
  • : ≤ 2 jam


    Manfaat
  • Untuk memantau keseimbangan elektrolit
  • Untuk menentukan penyebab penyakit yang berhubungan dengan kadar kalium yang abnormal
  • Untuk memantau efektifitas terapi dengan obat-obat yang berhubungan dengan kalium
  • Untuk mendiagnosa dan / atau memantau penyakit ginjal,


  • Referensi
    Kit insert