Definisi
Tes Agregasi Thrombosit adalah tes untuk memeriksa kemampuan fungsi trombosit dengan cara mengetahui seberapa cepat darah menggumpal/mengental dengan menggunakan reagen ADP dan atau tanpa reagen Epinephrin maupun reagen Kolagen
Hyper Agregasi adalah keadaan dimana darah sangat cepat menggunpal, sehingga menghambat aliran darah, atau bahkan menghentikan aliran darah (Trombosis), beresiko untuk mendapat serangan jantung, stroke atau penyumbatan saluran darah di tungkai.
Hypo Agregasi adalah adalah keadaan dimana darah sangat lambat untuk menggumpal, sehingga beresiko pendarahan, biasanya ditemukan pada penyakit hemofili, Von Willebrand’s disease.
Gangguan fungsi trombosit kongenital dapat disebabkan oleh penyakit kronis seperti gagal ginjal (uremia), myeloproliferative disorders (MPDS), leukemia akut. Gangguan fungsi trombosit yang bersifat sementara dijumpai pada konsumsi obat aspirin dan NSAID.
Tes ini digunakan untuk mengetahui kelainan fungsi trombosit


Sampel
Plasma darah sitrat


Syarat sampel
Tidak ada bekuan, tidak (lisis, lipemik)


Jadwal
Setiap hari


Nilai Rujukan
ADP % Agregasi
  • Normo agregasi
  • : 77 - 99 %
  • Hipo agregasi
  • : ≤ 77 %
  • Hiper agregasi
  • : ≥ 99 %
    Kolagen % Agregasi
  • Normo agregasi
  • : 80 - 98 %
  • Hipo agregasi
  • : ≤ 80 %
  • Hiper agregasi
  • : ≥ 98 %
    Epinephrin % Agregasi
  • Normo agregasi
  • : 63 - 97 %
  • Hipo agregasi
  • : ≤ 63 %
  • Hiper agregasi
  • : ≥ 97 %
    Agregasi Trombosit (TAT) hanya menggunakan reagen ADP dengan beberapa konsentrasi
  • ADP 10,0 µM
  • : 49 - 84 %
  • ADP 5,0 µM
  • : 25 - 68 %
  • ADP 2,0 µM
  • : 11 - 36 %
  • ADP 1,0 µM
  • : 3 - 15 %


    Stabilitas Sampel
  • Suhu ruang
  • : ≤ 3 Jam


    Manfaat
  • Untuk membantu menentukan penyebab atau potensi untuk perdarahan yang berlebihan
  • Mendiagnosis gangguan fungsi trombosit
  • Untuk memantau dan mengevaluasi fungsi trombosit
  • Untuk memantau keberadaan dan efektivitas obat anti-platelet


  • Referensi
    Kit insert