Pengobatan dengan akupunktur telah lama dikenal. Sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan pengobatan asal Negeri Tiongkok tersebut untuk menyembuhkan penyakit yang diderita. Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan akupunktur ?

Dokter Harjanto W. Huang menyebutkan bahwa hampir semua penyakit (internal medicine) bisa diterapi dengan akupunktur. Seperti yang sudah diketahui, pengobatan ini dilakukan dengan memasukkan jarum steril pada titik-titik akupunktur pada tubuh. Ini akan merangsang sistem imun pada tubuh.  ”Dampaknya bisa memperbaiki kinerja sel, organ, dan biomolekuler,” katanya.

Khusus Japanese acupuncture, yang digeluti oleh Harjanto, dikenal istilah “reflek zona” yaitu  refleksi adanya kelainan pada tubuh. Ada juga “sistem sinyal” yang merupakan upaya tubuh memperbaiki berbagai macam penyakit.

”Untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang,” terang dokter 65 tahun ini.  ”Dalam hal ini adalah pemeriksaan laboratorium,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, Harjanto akan memastikan penyakit yang diderita pasiennya. Setelah itu, dia akan menentukan terapinya.  ”Pasien yang paling banyak melakukan terapi akupunktur adalah pasien dengan keluhan pada lambung,” katanya. Selain itu, gangguan muskuloskeletal juga bisa ditangani dengan akupunktur. Yang dimaksud gangguan muskuloskeletal gangguan fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang. Gangguan muskuloskeletal seringnya merupakan penyakit degeneratif. Penyakit ini dapat mengakibatkan rasa sakit dan mengurangi kemampuan untuk bergerak dan melakukan kegiatan sehari-hari. ”Gangguan muskuloskeletal biasanya ditangani spesialis ortopedi dan traumatologi. Namun, bisa juga ditangani dengan akupunktur,” paparnya.

Penyakit yang terkait autoimun, diaku Harjanto, juga bisa diterapi dengan akupunktur. Misalnya, rheumatoid arthritis dan lupus. ”Terapinya cukup lama. Bisa sampai tiga bulan dengan rentang seminggu dua kali terapi,” katanya.

Autoimun versi traditional chinese medicine (TCM) adalah panas laten dalam tubuh. Hal ini terjadi  karena organ ginjal, limpa, dan liver melemah.  ”Terapi akupuntur berfokus pada penguatan organ tersebut,” lanjut Harjanto. Bila organ tersebut sudah dikuatkan, diharapkan bisa memiminalisir keluhan dan gejala yang diderita pasien.

Terapi akupunktur juga  dapat digunakan untuk pengobatan simptomatik berbagai penyakit dan keadaan seperti : nyeri tulang dan otot (fibromyalgia), sakit kepala, nyeri pinggang, migrain, osteoarthritis. Selain itu, akupunktur dapat dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan saraf. Misalnya kesemutan. Namun tentu harus terlebih dahulu dicari penyebab dari kesemutan. Apabila disebabkan  penyakit dasar, seperti diabetes melitus, maka tentu saja penyakit dasar tersebut juga harus diatasi. (Ar/Ds)

Share on FacebookEmail this to someoneShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page
349 views

2017 © Copyright

For emergency cases        +62 31 502 0552