Adalah suatu pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi ginjal ( kebocoran ginjal) dengan mengukur kadar albumin dalam urine.  Normalnya kadar albumin dalam urine sewaktu adalah < 20 mg albumin/g kreatinin, apabila kadar albumin dalam urine lebih dari nilai normal maka kondisi ini merupakan suatu indikasi adanya kebocoran ginjal.

Pemeriksaan mikroalbumin ini penting karena beberapa alasan antara lain:

  1. Mikroalbumin urin dapat menilai fungsi  glomerulus endotel dan integritas mikrovaskuler.
  2. Semakin tinggi tingkat mikroalbumin urine, semakin tinggi risiko terhadap perkembangan penyakit ginjal, khususnya pada penderita diabetes dan hipertensi.
  3. Mikroalbumin urin yang tinggi dapat dikaitkan dengan meningkatnya risiko terhadap mortalitas kardiovaskular, baik pada penderita dengan atau tanpa riwayat diabetes mellitus.

Pemeriksaan mikroalbumin urine sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama bagi penderita diabetes mellitus, hipertensi dan gangguan jantung yang mana memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit ginjal.

Selain penderita Diabetes Melitus, hipertensi dan gangguan jatung ada beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi peningkatan kadar albumin  dalam urine seperti, kehamilan, olahraga yang berlebihan, demam, hiperglikemia dan atau infeksi saluran kencing. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan ulang  pada hari yang berbeda untuk memastikan adanya gangguan pada ginjal.

Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan pemeriksaan mikroalbumin urine. Pasien tidak perlu puasa atau menghentikan konsumsi obat – obatan.

Sample yang dibutuhkan adalah urine sewaktu.

Share on FacebookEmail this to someoneShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page
763 views

2017 © Copyright

For emergency cases        +62 31 502 0552