Parahita Diagnostic Centre, Berpangalaman belasan tahun dengan ratusan tenaga ahli berpengalaman, siap menghasilkan pelayanan terbaik untuk kamu yang mencari pengetesan HB (Hemoglobin) di kota Surabaya,sidoarjo,gresik,jember,banyuwangi,solo,yogyakarta,bandung,bekasi,jakarta,tangerang,makassar,malang , apa itu Albumin ?, Kita ikuti pemaparannya} dibawah.

 

  1.    Pengertian Hemoglobin

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke semua tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

 

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering dijumpai adalah anemia sel sabit dan talasemia.

 

  1.    Fungsi Hemoglobin

 

  1.   Mengangkut O2 oleh organ respirasi ke jaringan perifer dengan cara membentuk oksihemoglobulin. Oksihemoglobin ini akan beredar secara luas pada semua jaringan tubuh. Jika kandungan O2 di dalam tubuh lebih rendah dari pada jaringan paru-paru, maka ikatan oksihemoglobulin akan dibebaskan dan O2 akan digunakan dalam metebolisme sel.
  2.   Mengangkut karbon dioksida oleh berbagai proton, seperti ion Cldan ion hidrogen asam (H+ ) oleh asam karbonat (H2CO3) dari jaringan perifer ke organ respirasi untuk selanjutnya diekskresikan ke luar. Oleh karena itu, hemoglobin juga termasuk salah satu sistem buffer atau penyangga untuk menjaga keseimbangan pH ketika terjadi perubahan PCO2 (Martini, 2009).

 

  1. Struktur HB

 

Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin adalah suatu protein dalam sel darah merah yang mengantarkan oksigen dari paru-paru ke jaringan di semua tubuh dan mengambil karbondioksida dari jaringan tersebut dibawa ke paru untuk dibuang ke udara bebas ( Evelyn, 2000 ).

 

Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugusheme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebuthemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

 

Hemoglobin tersusun oleh empat molekul protein (globulin chain) yang terhubung satu sama lain. Hemoglobin normal orang dewasa (HbA) terdiri oleh 2 alpha-globulin chains dan 2 beta-globulin chains, sedangkan pada bayi yang masih dalam kandungan atau yang sudah lahir terdiri dari beberapa rantai beta dan molekul hemoglobinnya terbentuk dari 2 rantai alfa 8 dan 2 rantai gama yang dinamakan sebagai HbF. Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri oleh masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton.

 

Pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal denganporfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme . Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen. Pada molekul hemeinilah zat besi melekat dan menghantarkan oksigen serta karbondioksidamelalui darah.

 

Kapasitas hemoglobin untuk mengikat oksigen bergantung pada keberadaan gugus prastitik yang disebut heme. Gugus heme yang menyebabkan darah berwarna merah. Gugus heme terdiri oleh komponen anorganik dan pusat atom besi. Komponen organik yang disebutprotoporfirin terbentuk dari empat cincin pirol yang dihubungkan oleh jembatan meterna membentuk cincin tetra pirol. Empat gugus mitral dan gugus vinil dan dua sisi rantai propionol terpasang pada cincin ini ( Nelson dan Cox, 2005 ).

 

Hemoglobin juga berperan penting dalam mempertahankan bentuk sel darah yang bikonkaf, jika terjadi gangguan pada bentuk sel darah ini, maka keluwesan sel darah merah dalam melewati kapiler jadi kurang maksimal. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kekurangan zat besi bisa mengakibatkan anemia. Jika nilainya kurang dari nilai diatas bisa dikatakananemia, dan apabila nilainya kelebihan akan mengakibatkan polinemis(Evelyn, 2000).

 

Setiap rantai globin terdiri atas delapan daerah helik dan terbisa daerah nonhelik di antara daerah helik tersebut dan pada terminal-terminal karboksil dan amino. Sekelompok heme letaknya tersisip ke dalam celah yang terbisa pada permukaan dari tiap-tiap rantai globin. Heme pada dasarnya bersifat nonpolar dan sebagian  penggabungannya dengan globin dipertahankan oleh interaksi hidrofobik dengan asam amino nonpolar pada lapisan celah heme tersebut. Tiap-tiap atom besi yang terbisa pada heme bisa membentuk hingga enam ikatan dan empat ikatan di antaranya terbentuk akibat ikatan antara atom besi tersebut dengan atom pirol nitrogen.

 

Rantai yang sebelah tepi dari residu-residu histidin (asam amino E7 dan F8 di dalam rantai α dan β ) terletak pada tiap tepi bidang datar dari kelompok heme yang berinteraksi dengan atom besi, akan tetapi hanya satu di antaranya yang membentuk ikatan permanen, yaitu bagian proksimal dari histidin sedangkan bagian distalnya  berhubungan dengan sekelompok heme tetapi tidak membentuk ikatan dengan atom besi. Enam ikatan terbentuk oleh adanya molekul oksigen, di mana penggabungannya dengan heme yang  berada di tepi distal.

sangat direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan tes kadar HB  jika anda mengalami gejala2 yang disebutkan di atas  Laboratorium Parahita yang tersebar di kota surabaya,sidoarjo,gresik,jember,banyuwangi,solo,yogyakarta,bandung,bekasi,jakarta,tangerang,makassar,malang siap melayani kamu Jika anda mencari pengetesan kadar HB Albumin dan ada di kota surabaya,sidoarjo,gresik,jember,banyuwangi,solo,yogyakarta,bandung,bekasi,jakarta,tangerang,makassar,malang , Silahkan kunjungi alamat berikut

 

Kantor Pusat :

Jl. Dharmawangsa 66 Surabaya 60286

Telp. (031) 502 0552 (Hunting), 502 0081, 501 3705-6 | Fax. (031) 503 2676

 

Kantor Cabang :

 

Surabaya

Jl. Raya Mulyosari 105 – 105 A | Telp. (031) 593 4941 | Fax. (031) 591 1369

Jl. Diponegoro 161 – 163 | Telp. (031) 561 0011

Jl. Raya Darmo Permai 1/56 | Telp. (031) 7326 650 (Hunting) | Fax. (031) 732 8511

 

Sidoarjo

Ruko Plaza Sidoarjo Blok B2-3, Jl. Thamrin 2 | Telp. (031) 807 1632 – 33 | Fax. (031) 807 2274

 

Gresik

Jl. Panglima Sudirman No. 92. | Telp. (031) 398 1455 | Fax. (031) 399 1820

 

Jember

Jl. A . Yani 83 | Telp. (0331) 424 052, 426 592 | Fax. (0331) 424 051

 

Banyuwangi

Jl. Basuki Rahma t 154 – 156 Lateng | Telp. (0333) 410 099

 

Solo

Jl . Yosodipuro 4 A | Telp. (0271) 630 552, 664 400 | Fax. (0271) 639 630

 

Yogyakarta

Jl. Dr. Soetomo 41 | Telp. (0274) 520 850 | Fax. (0274) 564 121

Jl. Kaliurang Km. 6 No. 26 | Telp. (0274) 886 863, 746 1700 | Fax. (0274) 882 192

 

Bandung

Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 93 Lingkar Selatan | Telp. (022) 731 3893 – 89| Fax. (022) 721 8333

Jl. Kopo 387 | Telp. (022) 540 0815, 541 2618 | Fax. (022) 541 2642

 

Bekasi

Ruko Sun City Square Blok A No. 35 – 36, Jl. Mayor Moh. Hasibuan | Telp. (021) 8886 9002,

Fax. (021) 8886 9005, 8886 9006

 

Jakarta

Jl. Warung Buncit Raya 150 – Jakarta Selatan | Telp. (021) 794 9624 | Fax. (021) 799 2719

 

Tangerang

Ruko WTC Matahari No. 5821, Jl. Raya Serpong, BSD – Tanggerang Selatan |

Telp. (021) 538 6001 (Hunting), 538 4292 | Fax. (021) 5315 5694

 

Makassar

Jl. Gunung Latimojong No. 123 | Telp. (0411) 362 3610-6, 362 3573 | Fax. (0411) 362 3591

 

Malang

Jl. KaliurangNo. 30 | Telp. (0341) 437 6877, 437 6737

 

Share on FacebookEmail this to someoneShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page
16 views

2017 © Copyright

For emergency cases        +62 31 502 0552