PENGARUH NEGATIF ROKOK TERHADAP KEBUGARAN

Pengaruh buruk dari kebiasaan merokok sudah tidak perlu diragukan. Banyak

penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun

tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi

orang di sekitarnya. Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung

komponen gas (karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak,

oksida dari nitrogen, senyawa hidrokarbon) dan komponen partikel (tar, nikotin,

benzopiren, fenol, dan cadmium)

1. Kanker

Asap rokok mengandung ±4000 macam zat berbahaya, termasuk 40 jenis zat

karsinogen (penyebab kanker). Zat karsinogen tersebut merusak gen-gen penting yang

mengendalikan pertumbuhan sel, sehingga pertumbuhan sel tidak normal atau

berkembang terlalu cepat. Data dari American Lung Association, merokok

menyebabkan kematian akibat kanker paru (90%). Perokok pasif memiliki resiko 24%

lebih tinggi mengidap kanker paru. Tar yang terkandung dalam rokok dapat mengikis

selaput lendir di mulut, bibir dan kerongkongan, sehingga memicu terjadinya kanker

mulut, bibir dan kerongkongan, selain itu merokok juga menyebabkan kanker

kandung kencing, serviks, ginjal, pankreas dan usus.

2. Penyakit jantung dan pembuluh darah.

Nikotin, CO (karbonmonoksida) dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti

merusak lapisan dalam pembuluh darah, sehingga lemak mudah melekat,

mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan menjadi kaku . Oleh karena itu,

perokok 10 kali lebih berpeluang terkena penyakit pembuluh darah, termasuk

hipertensi (darah tinggi), stroke, penyakit jantung koroner dan disfungsi

ereksi/impotensi. Penyempitan pembuluh darah di kaki dan tangan menyebabkan

sirkulasi darah sangat berkurang sehingga timbul nyeri neuropati dan dapat terjadi

gangrene (pembusukan jaringan). Merokok juga dapat menyebakan aneurisma aorta

abdomen (pelebaran lokal pembuluh darah aorta di bagian perut) yang dapat

menyebabkan kematian bila pembuluh darah tersebut pecah.

Nikotin dalam rokok, selain menyebabkan ketagihan, juga merangsang pelepasan

adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen

jantung dan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak dan

banyak bagian tubuh lainnya.

3. Gangguan Muskuloskeletal

Pada perokok, pemulihan cedera memakan waktu lebih lama karena merokok

menyebabkan penurunan kepadatan dan kekuatan tulang. Kemampuan tubuh untuk

memperbaiki kulit, otot, ligamen, dan tendon juga melambat.

4. Gangguan Pernafasan

Merokok menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran nafas dan jaringan

paru. Asap rokok menimbulkan kerusakan gerakan silia untuk membersihkan lendir di

saluran nafas Fungsi paru menurun karena terganggu persediaan oksigen di paru dan

peningkatan sel radang, yang menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

antara lain : emfisema paru-paru, bronchitis kronis dan asma. Sebanyak 90%

kematian karena penyakit paru kronis disebabkan oleh merokok.

Partikel yang terkandung dalam rokok, seperti : tar, benzopiren, dibenzopiren dan

uretan merupakan bahan karsinogen. Pada perokok, kemungkinan timbul kanker paru-

paru 10-30 kali lebih sering.

5. Gangguan Kesuburan

Merokok menyebabkan efek buruk pada alat reproduksi, terutama pada perempuan.

Perempuan yang merokok akan mengalami gangguan siklus haid, kesuburan

terganggu, menopause terjadi lebih awal serta meningkatkan resiko kanker serviks..

Pengaruh rokok pada laki-laki : kandungan nikotin dalam rokok akan menganggu

proses spermatogenesis sehingga menurunkan jumlah dan kualitas sperma, impotensi

(kerusakan pembuluh darah dan gangguan sirkulasi)

6. Gangguan Imunitas

Sistem imun orang yang merokok terganggu, sehingga mereka rentan terkena infeksi.

Seorang perokok memerlukan waktu yang lebih lama untuk pulih dari penyakit

infeksi.

7. Penuaan Dini

Pada perokok, terjadi penuaan dini dimana kulit menjadi kering dan kehilangan

elastisitas, sehingga timbul keriput pada usia muda.

8. Gangguan Janin

Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin dalam kandungan,

termasuk infertilitas (kemandulan), keguguran, kematian janin, bayi lahir berberat

badan rendah, dan sindrom kematian mendadak bayi.

9. Penyakit Mulut

Merokok dapat menimbulkan kelainan pada lidah, gusi, mukosa mulut, gigi dan

kanker rongga mulut. Pada lidah : hasil pembakaran rokok merusak ujung seriosis alat

perasa (tastebud) pada lidah sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit, asin dan

manis

Pada gusi : pada perokok, jumlah karang gigi cenderung lebih banyak. Karang gigi

yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gingivitis atau

gusi berdarah. Hasilpembakaran rokok menyebabkan gangguan sirkulasi darah ke

gusi sehingga m udah terjangkit penyakit

Penebalan mukosa (selaput lender) : iritasi terus menerus dari asap pembakaran

tembakau menyebabkan penebalan jaringan mukosa rongga mulut , terlihat sebagai

bercak putih yang tdak dapat dihapus (leukoplakia), yang merupakan lesi pra-ganas.

Pada gigi : HAsil pembakaran tembakau (tar) menyebabkan gigi perokok menjadi

berwarna coklat kehitaman. Noda dapat masuk ke lapisan email gigi bagian dalam

dan sukar dihilangkan.

Share on FacebookEmail this to someoneShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page
169 views

2017 © Copyright

For emergency cases        +62 31 502 0552