POLA DIET DALAM MENJAGA GULA DARAH

Gula darah (glukosa) adalah sumber utama energi untuk setiap sel dalam tubuh.

Glukosa terlalu banyak atau sedikit dalam aliran darah dapat menyebabkan

komplikasi seperti penyakit jantung, diabetes, masalah kesuburan dan masalah

memori. Kadar gula darah terkait dengan jenis dan jumlah makanan yang

dikonsumsi, dan kemampuan tubuh untuk membuat insulin yaitu hormon yang

mengatur metabolisme energi dan glukosa dalam tubuh. Gula darah atau tingkat

glukosa perlu diatur sebagai bagian dari keseimbangan metabolisme tubuh karena

mempengaruhi bagaimana tubuh mendistribusikan glukosa. Gula darah atau

glukosa tingkat normal bagi manusia harus sekitar < 100 mg/dL atau setara

dengan 5.55 mmol/l.

1. Konsumsi makanan berserat tinggi, karbohidrat kompleks

Batasi konsumsi nasi putih, pasta, soda, alkohol, makanan yang mengandung pemanis

atau gula berlebih. Diganti dengan konsumsi nasi merah, gandum (cereal dan roti

gandum murni) yang mengandung serat larut yang tinggi, lambat dicerna dan tidak

menyebabkan kadar gula darah naik drastis. Jumlah asupan serat yang dianjurkan

adalah 25-30 gram perhari. Di samping asupan karbohidrat, perbanyak juga konsumsi

sayur dan buah-buahan segar, misalnya saja brokoli dan bayam. Begitu pula dengan

buah-buahan seperti apel, pir, persik, dan buah beri.

2. Memilih konsumsi lemak dengan bijak

Beberapa jenis lemak tidak menyehatkan bagi tubuh, dan beberapa jenis lainnya

memberikan manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Jenis – jenis lemak :

Lemak yang baik

Lemak yang terbaik adalah lemak tak jenuh, yang banyak ditemukan pada tumbuhan

dan ikan. Sumber utama yang populer adalah minya zaitun, kacang-kacangan, kedelai

dan susu kedelai, dan juga alpukat. Selain itu, disarankan untuk mengkonsumsi

omega-3 (asam lemak omega-3) yang sangat baik bagi metabolisme tubuh dan

menjaga kesehatan otak dan jantung. Sumber omega-3 yang tinggi dapat ditemukan

pada ikan salmon, ikan tuna dan juga biji bunga matahari.

Lemak tidak baik

Lemak yang tidak disarankan adalah lemak jenuh (saturated fats). Lemak ini

ditemukan pada daging merah atau mentah, kuning telur, keju, mentega, susu

kemasan, es krim dan juga pada banyak makanan ringan (snack). Bagi penderita

diabetes, jenis lemak jenuh akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, serta

meningkatkan resiko penyakit jantung.

3. Cermat dengan yang ‘manis’

Tips untuk tetap mengkonsumsi makanan yang manis (dengan cermat) adalah dengan

mengkonsumsinya saat jam makan (sebagai penutup), dan tidak dikonsumsi sebagai

snack di luar jam makan. Pertimbangkan untuk mengurangi porsi hidangan utama jika

ingin mengkonsumsi makanan manis setelahnya, karena makanan yang manis akan

memberikan tambahan karbohidrat.

Pola makan untuk diabetes tidak berarti menghindari gula sama sekali. Penderita

diabetes tetap dapat mengkonsumsi makanan favoritnya yang manis-manis, termasuk

saat dijadikan sebagai hidangan penutup saat makan bersama keluarga. Kuncinya

adalah: makan secukupnya dan tidak berlebihan.

4. Makan secara teratur

Menurunkan berat badan tidak harus dilakukan dengan ‘kelaparan’ dan melewatkan

jam makan. Bagi penderita diabetes, menurunkan sedikit berat badan berlebih sangat

berpengaruh dalam mengontrol kadar gula darah, namun melewatkan jam makan

sama sekali tidak masuk dalam program tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan menurunkan berat badan secara sehat

adalah dengan makan secara teratur, serta membuat catatan harian tentang makanan

yang dikonsumsi.

Makan secara teratur berarti makan 3 kali sehari, serta 2 kali makan ringan (snack) di

antara jam makan. Kadar gula darah dan berat badan dalam tubuh akan terkontrol

dengan sendirinya jika mendapatkan asupan makanan sehat secara teratur. Yang harus

diperhatikan adalah porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi saat jam makan dan

snack. Makan teratur memastikan tubuh tidak kelaparan, sehingga porsi makan tetap

terjaga setiap saat.

5. Jangan lewatkan sarapan / makan pagi

Mulailah setiap hari dengan sarapan yang sehat. Sarapan setiap hari akan memastikan

tubuh memiliki cukup energi untuk beraktifitas, serta membantu menjaga kadar gula

darah tetap normal. Rasa lapar akibat melewatkan sarapan cenderung membuat

seseorang makan siang dengan porsi berlebihan.

6. Buatlah catatan harian

Membuat catatan harian mengenai makanan yang dikonsumsi terbukti efektif dalam

diet menurunkan berat badan. Mengapa? Alasan utama adalah rekaman harian

tersebut membantu mengidentifikasi masalah / efek makanan yang dikonsumsi dan

membantu dalam proses evaluasi program diet, karena kita dengan mudah dapat

membandingkan jenis makanan, porsi, serta waktu makan dengan keberhasilan

program menurunkan berat badan.

Selain pola makan di atas, lakukan juga olahraga secara teratur, setidaknya 15-30

menit setiap harinya. Olahraga ringan seperti berjalan, jogging, dan bersepeda pun

akan memberikan efek positif bagi tubuh, dan membantu bagi dalam mengontrol

diabetes.

Share on FacebookEmail this to someoneShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page
254 views

2017 © Copyright

For emergency cases        +62 31 502 0552