Ketika puasa, banyak yang mengeluh tubuhnya lemas, tidak bersemangat, mengantuk. Bahkan, ada yang mengalami diare hingga gangguan asam lambung. Hal tersebut tidak akan terjadi bila kita menerapkan pola makan yang benar. Baik saat sahur maupun ketika berbuka puasa.

Praktisi pangan dan gizi Parahita Diagnostic Center, Teguh Sebadja STP, memberikan beberapa tips pemilihan makanan yang sebaiknya dikonsumsi selama puasa. Dimulai ketika sahur, laki-laki 35 tahun itu menyarankan konsumsi makanan yang rendah lemak. Dia lantas memaparkan menu yang bisa dipilih ketika sahur. Yakni, nasi, ayam goreng, empal goreng, atau ikan goreng. “Untuk proteinnya bisa pilih salah satu. Misalnya ayam goreng saja,” ucapnya. Atau kombinasi dari dua protein, bisa ayam dengan empal atau empal dengan ikan goreng,” lanjutnya. Tentunya dengan porsi yang secukupnya. Tidak berlebihan, “Berlebihan dalam mengkonsumsi protein juga tidak bagus, malah kekenyangan,” imbuhnya.

Jangan lupa makan sayur terutama yang kaya akan zat besi. Teguh memisalkan masakan sayur bayam, tumis sawi hijau, ataupun sayur bening labu siam (manisa). Untuk sayur bisa pilih salah satu jenis masakan. Atau juga kombinasi dari dua macam sayur tersebut. “Ada kalanya makan cuma satu jenis sayur masih lapar. Karena itu bisa kombinasi dua jenis masakan” terangnya.

Sebagai menu tambahan bisa mengkonsumsi pentol bakso, tahu, tempe, dadar jagung, atau sosis dan diakhiri dengan makan buah. Teguh menyarankan buah yang bewarna merah, seperti buah naga merah plus semangka merah, Atau kombinasi pepaya dengan melon oranye.

Saat berbuka puasa, alumnus jurusan pangan dan gizi Universitas Widya Mandala ini menyarankan minum madu dua sendok makan ditambah air 250 mililiter, “Sebaiknya pilih madu randu, sebab kadar gulanya rendah dan cepat memulihkan stamina tubuh,” katanya. Setelah itu, baru makan kurma 3-5 biji. Ketika makan kurma disarankan kulitnya dibuang. “Jika tidak dibuang bisa menyebabkan sakit maag” imbuhnya.

Setelah itu bisa menikmati jajan pasar seperti kue kukus, nagasari, pastel, atau putu ayu. Atau biskuit gandum tiga keping karena dapat menyebabkan sakit maag bagi yang memiliki gangguan pencernaan. Dia juga tidak menyarankan konsumsi buah-buahan untuk takjil. Buah yang rasanya asam bisa meningkatkan produksi asam lambung. “Kalau mau makan buah bisa dicampur dengan madu dan air. Jangan ditambah gula pasir” terangnya.

Nah, menu utama berbuka puasa sebaiknya dimakan satu jam setelah takjil. Menunya, tetap ada nasi, empal atau iga, ikan goreng, plus sayuran. Jenis masakan sayuran yang direkomendasi adalah sayur bening labu siam (manisa), gambas, sup wortel jagung, tumis sawi hijau, atau tumis baby kailan, “Pilih ikan yang banyak dijual di pasar seperti : gurami, nila, lele, maupun belanak” kata Teguh. Satu jam setelah makan malam, baru boleh konsumsi buah.

Bolehkah konsumsi jenis masakan bersantan? Teguh tetap memperbolehkan. Dengan catatan, jangan terlalu sering. “Seminggu satu-dua kali tidak apa-apa” ucapnya. Makanan bersantan akan meningkatkan kadar kolesterol tubuh dan membuat badan menjadi tidak fit. “Dalam kondisi begitu, jadi tidak nyaman berpuasa” imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan yang penderita diabetes? Tetap amankah berpuasa? Teguh menyarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jika memang dokter mengizinkan agar para diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes) bisa berpuasa. “Menunya sama seperti yang sudah saya jabarkan,” katanya. Menu tersebut dirancang aman dikonsumsi penderita diabetes, kolesterol tinggi, dan asam urat. “Dengan catatan makan secukupnya, jangan berlebihan,” lanjutnya. (An/Ds)

Share on FacebookEmail this to someoneShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page
846 views

2017 © Copyright

For emergency cases        +62 31 502 0552