”Sudah menjaga makanan, tapi kadar gula darah tetap tinggi. Padahal saya sudah tak makan nasi”. Pernyataan tersebut kerap kali diungkap diabetisi, sebutan untuk penderita diabetes, ketika kontrol ke dokter. Menurut Praktisi pangan dan gizi Parahita Diagnostic Center, Teguh Sebadja STP, penderita diabetes harus tahu jenis bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi.  ”Dan yang tak kalah penting, porsinya juga harus benar. Jangan berlebihan,” terangnya.

Berikut beberapa bahan makanan yang dilarang untuk penderita diabetes :
1. Umbi-umbian seperti singkong dan ketela.
2. Gula pasir. Sebaiknya diganti dengan madu yang tidak beralkohol.
3. Buah-buahan, semangka merah, pisang, apel, bengkoang, durian, mangga, sirsak. Mangga dan durian dinilai buah paling kejam karena kadar gulanya yang sangat tinggi.
4. Makanan dan minuman kemasan. Sebab terdapat monosodium glutamat.

Menurut Teguh, inti dari pemilihan bahan makanan untuk penderita diabetes adalah jauhi yang mengandung kadar gula tinggi dan beralkohol. Dia lantas memisalkan singkong. Jenis bahan makanan tersebut mengandung banyak tepung. ”Ditambah ragi, jadi tape. Ini malah bahaya sebab proses peragian memunculkan alkohol,” terangnya. Alasan yang sama untuk konsumsi roti. Laki-laki 35 tahun itu menyebut tidak masalah konsumsi kue.  ”Asal kue tersebut saat dibuat tidak ditambah ragi. Tentunya gulanya juga tidak tinggi,” paparnya.

Penderita diabetes juga harus paham tentang perbedaan jenis gula. Menurut Teguh, yang diperbolehkan adalah gula jenis fruktosa. ”Buka sukrosa ya. Gula dari tebu juga tak boleh,” ucapnya. Sebagai gantinya boleh konsumsi madu. Kembali lagi Teguh mengarisbawahi, tidak boleh madu yang mengandung alkohol.  ”Ciri-ciri madu mengandung alkohol adalah berbusa, saat tutupnya dibuka terdengar suara sepert meletus, dan ketika dibakar akan habis,” lanjutnya. ”Saya sarankan madu randu yang kadar gulanya tak tinggi. Dan tak mengandung alkohol juga,” imbuhnya.

Patuh menjadi kunci yang harus diterapkan betul oleh penderita diabetes. Patuh tersebut meliput banyak hal. Di antaranya patuh minum obat sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Jika memang sudah menggunakan insulin, juga harus disuntik sesuai dengan aturan. Patuh juga akan bahan makanan yang tak boleh dikonsumsi.  ”Jangan sesekali melanggarnya,” kata Teguh. ”Kadar gula akan langsung naik yang membuat kondisi bisa tambah parah,” lanjutnya. Kepatuhan tersebut sudah menjadi kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar lagi. (An)

 

 

Share this...

For emergency cases        +62 31 502 0552

Copyright © 2018 Parahita Diagnostic Center