Oleh : DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K)
Gunakan atau anda akan kehilangan !
Kualitas kehidupan sehat merupakan dambaan umat manusia meliputi kebaha- gaian jasmani dan spiritual yang akan meningkatkan nilai martabat manusia.
Seperti telah diketahui bahwa proses kehidupan pada manusia sebagai mahluk hidup merupakan rangkaian kejadian biologik yang tidak terlepas dari pengaruh kendala internal maupun lingkungan (eksternal) pada semua jaringan tubuh yang akan berlansung berkesinambungan.
Kemampuan fungsional jaringan tubuh perlu dipelihara dan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai karunia sang Pencipta dalam menyangga tujuan kehidupan yang berbahagia. Tata cara memelihara jaringan tubuh baik jasmani maupun jiwa agar tetap normal (sehat) lasim ditanamkan sejak awal kelahiran sampai menuju ke fase keabadian.
Konsep pemeliharaan tubuh adalah serangkaian pemahaman tindakan pemantauan diri (self monitoring) dan evaluasi yang tertuju pada kendala internal dan eksternal yang akan berpengaruh pada kesehatan tubuh.
Apa, Mengapa, Bagaimana Kualitas Kehidupan sehat dapat dicapai ?
Seperti diketahui bahwa dengan kehidupan sehat kita mampu melakukan segala jenis aktifitas secara mandiri dan akan membawa nikmat anugerah sebagai manusia yang berkebutuhan, dan berguna baik bagi dirinya, keluarga maupun lingkungan.
Karena dalam kualitas kehidupan sehat yang terjaga dan berkesinambungan akan menjamin segala cita2 kehidupannya terwujud. Pemahaman terhadap kendala yang berpengaruh, perlu kiranya dipahami secara tuntas baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal yang berpengaruh terhadap kejadian sakit.
Kendala Internal
Meliputi pola pewarisan genetik, sistem imunitas, sistem endokrin (hormonal), sistem syaraf dan jiwa (psikis), pola fikir dlsb
Kendala Eksternal
Meliputi pola makan, pola istirahat, keadaan lingkungan yang sehat (bebas radiasi dan polusi) / bersih, kondisi bebas mikroorganisma / kuman penyebab sakit, budaya tradisi yang mengutamakan hidup bersih /sehat, kondisi air sebagai kebutuhan utama dsb.
Konsep Biologik Jaringan yang Menua
Semua jaringan tubuh mahluk hidup akan mengalami suatu proses menua yang sebenarnya merupakan proses alamiah. Seperti diketahui bahwa semua jaringan tubuh mengalami tahapan proses kemampuan jaringan tubuh yang secara perlahan berkurang baik secara struktural maupun fungsional. Apabila proses tersebut berlanjut akan menyebabkan kehilangan atau kerusakan yang permanen (menetap). Status kondisi tubuh teresebut mengalami proses patologik merupakan tahapan kejadian sakit dan selanjutnya menuju proses kematian (fase keabadian)
Apakah berkurangnya/hilangnya kemampuan jaringan tubuh bisa dicegah ?
Perlu dipahami bahwa proses berkurangnya fungsi dan struktur jaringan sebenar- nya masih terdapat peluang untuk dihambat atau dicegah seperti halnya ausnya suku cadang suatu mesin yang bekerjanya sangat kompleks yang tiap bagian /unit akan saling berpengaruh satu sama lain.
Peluang tersebut berdasarkan pada konsep menua sehat yang berpijak pada pecegahan secara dini terhadap semua proses kejadian sakit pada jaringan tubuh.
Konsep Menua Sehat
Konsep menua sehat terutama bertumpu pada proses jaringan tubuh yang menua tersebut agar tidak disertai proses patologik, sehingga perlu dilakukan pemahaman terha dap tata cara “memelihara” sebagai kebutuhan utama kehidupan (Unity basic of life).
Kebutuhan dasar kehidupan tersebut dengan menjaga kehidupan sehat pada raga/ jasmani, kehidupan rasa dan terpeliharanya cara berfikir, sehingga direkomendasi suatu konsep kehidupan sehat bertumpa pada olah raga, olah rasa dan olah fikir .
Hal tersebut sebagai perwujutan untuk selalu memanfaatkan semua karunia Tuhan yang telah diciptakan untuk umat manusia, dan bagaimana upaya diri manusia agar mam-pu memelihara secara optimal. Misalnya melakukan gerakan ritmis dan teratur semua anggota tubuh (olah raga), mengekspresikan kemampuan berpuisi/seni/lagu sebagai olah rasa, serta memecahkan masalahdengan berfikir sistematik dan rasional (olah fikir)
Adapun keadan sakit yang tidak dapat dihindari karena factor resiko yang dipunyai karena pewarisan genetic/lingkungan kerja dsb, seyogyanya mempunyai upaya untuk menunda / memperlambat kecepatan proses kejadian sakit tersebut.
Upaya menunda tersebut dilakukan dengan konsultasi dengan dokter keluarga yang mampu secara cermat:
- Memahami latar belakang yang mendasari persoalan sakit yang terjadi pada individu tersebut ( bio-psiko-sosial)
- Monitoring dan evaluasi terhadap semua keluhan dan gejala yang timbul baik yang bersifat akut dan kronik
- Komunikasi ” dokter-penderitä “ yang sangat membantu proses penyembuhan
Apa yang sebenarnya harus kita utamakan/kerjakan ( What should we do ?)
Pemantauan dan evaluasi kesehatan raga/jasmani
Salah satu tata cara memelihara raga/jasmani tersebut adalah pemantauan diri dan evaluasi fungsi dan struktur jaringan tubuh dengan pemeriksaan medik berkala . Tujuan tersebut untuk memantau terhadap kemungkinan penyimpangan fungsi dan struktur jaringan tubuh yang mengalami kejadian sakit.
Harapan yang utama sebenarnya untuk menilai apakah pola hidup kita sudah benar (sehat) yang meliputi pola makan, pola istirahat / rekreasi, pola komunikasi antar individu, pola fikir yang positip dalam bingkai moral-akal budi dlsbnya
Upaya kontrol kesehatan yang teratur (berkala) pada setiap jadwal yang sudah ditentukan akan menjamin dan memudahkan dalam mencegah,atu menunda setiap proses kejadian sakit yang selalu mengintai keberlangsungan hidup manusia.
Beberapa petunjuk hidup sehat dapat kita cermati manfaat bagi jaringan tubuh ki- ta dengan tujuan dapat menikmati segala aspek kehidupan sebagai unsur utama yang menunjang kualitas hidup. Menghindari factor resiko sebagai pencegahan harus dilakukan agar tujuan hidup sehat dapat tercapai !
Kualitas hidup yang terpengaruh dengan kemajuan peradaban dan zaman tentunya perlu disikapi secara proporsional. Karena kelasiman yang berlaku / membudaya pada setiap saat / zaman tertentu perlu dinilai asa manfaatnya bagi kesejahteraan manusia
10 petunjuk hidup sehat ( Askandar Tjokroprawiro)
- Glukose : Batasi penggunaan makanan dan minuman manis (gula ) yang berlebihan
- Uric Acid : Batasi makanan yang mengandung purine seperti Jeroan – alcohol – sarden, burung dara – unggas –kaldu – emping- tape ( JAS BUKET)
- Lemak ( Lipid) : Kurangi makanan yang mengandung telur – keju – kepiting, udang, kerang, cumi, susu, santen
- Obesitas : cegah kegemukan
- Sigaret : stop merokok !
- Hipertensi : cegah konsumsi garam berlebihan
- Inactivity : upayakan olahraga teratur, jalan setiap hari minimal 3 km, atau kalau bisa seribu ( 1000 ) langkah
- Stress : Usahakan tidur nyenyak minimal 6 jam
- Alcohol abuse : Stop minum alkohol
- Regular check up : minimum 6 bulan 1 sekali, apabila mempunyai factor resiko, maka GMC harus lebih sering ( 1, 2, 3 bulan )
Ringkasan
Uraian singkat tentang makna pemeriksaan medik berkala, kendala internal dan eksternal terhadap proses kejadian sakit, konsep menua sehat petunjuk hidup sehat telah dipaparkan, dengan harapan dapat dipelajari secara seksama. Harapan yang terkandung agar didapat pemahaman yang jelas sebagai pedoman menjaga karunia sang Pencipta.
Sesuai dengan slogan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1983 tentang Usia Lanjut : ” Do not put years to life but life into years” yang mempunyai makna : “Usia yang panjang tidak ada artinya bila tidak berguna bagi sesama, tidak berbahagia serta tidak mandiri dengan mempunyai kualitas hidup yang optimal“.
