Oleh: DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K)
Kejadian kematian mendadak sering dikaitkan dengan penyakit jantung, yang didahului dengan keluhan nyeri dada yang menghebat, rasa tertekan dan sesak didada serta tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dan cepat pada jam pertama terjadinya serangan tersebut.
Seperti telah diketahui bahwa suatu serangan jantung sering fatal karena pemahaman gejala sangat minim, sehingga proses kematian yang demikian agresif/cepat tidak tertangani secara memadai. Sebenarnya tubuh telah memberikan sinyal yang sering tidak ditanggapi secara cermat namun apabila terdapat kejelian mengenali gejala awal, maka banyak nyawa manusia yang menderita serangan jantung dapat diselamatkan.
Kejadian sakit jantung tersebut lasim disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit jantung iskemik dan merupakan penyakit jantung yang paling banyak dijumpai di masyarakat.
Namun ada pula gejala sesak dan nampak kebiruan pada bibir dan ujung jari anak2 merupakan manifestasi jenis penyakit jantung bawaan . Hal tersebut menunjukan bahwa gejala setiap penyakit jantung mempunyai gejala yang spesifik dan perlu dikenali atau dipahami secara cermat agar mendapatkan pemeriksaan yang tepat guna serta penangangan yang tepat waktu.
Berbagai jenis penyakit jantung
Kategori jenis penyakit jantung telah diketahui dan penyebab kelainan struktur dan fungsi organ jantung telah teridentifikasi baik karena kelainan genetik, metabolik, infeksi dlsbya.
Kategori dasar yang sering digunakan :
1. Penyakit jantung bawaan
2. Penyakit jantung kongestif- gagal jantung ( Cardiomyopathy)
3. Penyakit Jantung Koroner ( jantung arteriosklerosis)
4. Penyakit Jantung Rematik
1. Pengenalan Sakit jantung bawaan
Kebocoran pada jantung yang disebabkan belum sempurnanya proses penutupan sekat pemisah bilik atau serambi jantung kiri dan kanan, lasimnya terjadi pada masa bayi /anak . Gejala yang sering nampak adalah kebiruan pada bibir, anak cepat merasa lelah, kadang2 sesak , bahkan mungkin sering pingsan saat beraktifitas.
Penyakit jantung bawaan tersebut meliputi a.l : ASD : atrial septal defect , adalah kelainan jantung karena ada lobang pada sekat serambi jantung., VSD : venticular septal defect adalah kelainan jantung karena lobang pada sekat bilik jantung, PDA : Patent ductus arteriosus : kelainan tidak menutunya pembuluh darah yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonalis dan Tetralogi Fallot, yaitu penyakit jantung bawaan yang merupakan kombinasi penyempitan pembuluh darah di paru dan adanya lobang pada sekat bilik jantung.
Pemeriksaan penunjang laboratorium seperti elektrolit darah, analisis gas darah dlsbnya serta rangakaian pemeriksaan radiologi diperlukan dalam diagnosis penyakit jantung bawaan, agar tindakan koreksi pada kelainan dapat dilakukan secara tepat.
2. Pengenalan Penyakit jantung kongestif / gagal jantung
Penyakit pada jantung karena ketidakmampuan jantung memberikan suply darah yang cukup untuk kebutuhan seluruh tubuh.Gejala dan keluhan yang menonjol adalah sesak nafas pada posisi tidur terlentang , nafas mudah tersengal bila melakukan gerakan jasmani/olah raga, cepat lelah, batuk dan oedema (pembengkahan sendi pergelangan kaki) sebagai tanda obstruksi kronis pada pembuluh darah dlsbnya.
Pada umumnya penyakit ini disebabkan infark myocard, penyakit jantung hipertensi dan kelainan katup jantung, serta cardiomyopathi (otot jantung). Namun penyebab lainnya sebagi faktor resiko seperti obesitas, diabetes, merokok, memberikan konstribusi yang cukup bermakna terhadap kelainan /gagal jantung ini.
Pemeriksaan penunjang baik pada laboratorium maupun radiologik untuk melakukan identifikasi penyebab perlu dilakukan secara cermat dan efisien. Karena tindakan yang dilakukan harus berpijak pada penyebab dasar ( underlying disease), dan tindakan eksplorasi yang menyeluruh pada penyebab penyakit jantung kongestif akan sangat membantu tatalaksana pengobatan penderita (sperti Diabetes, hipertensi dll).
3. Penyakit Jantung koroner ( penyakit jantung arteriosklerosis)
Penyakit jantung karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri koroner dan berakibat berkurangnya asupan darah dan oksigenasi dinding jantung (miokard). Penempitan ini karena tersumbatnya sebagian pembuluh darah koroner tersebut karena gumpalan darah yang lasim disebut trombosis. Proses tersebut dimulai pecahnya kerak (plaque) arterosklerosis yang memicu bekuan darah yang kompleks.
Gejala dan keluhan yang spesifik adalah rasa nyeri dada seperti menekan atau rasa terbakar didada (angina pectoris) dibagian tengah atau sebelah kiri yang berlangsung 5 sampai 20 menit. Rasa nyeri tersebut menjalar kebahu kiri , terkadang rahang bawah, leher serta punggung .
Pemeriksaan laboratorium yang sangat diperlukan untuk menunjang diagnosis PJK adalah CKMB ( Creatine Kinase-MB) yang kadarnya akan meningkat pada 5 jam pertama serangan akut tersebut, namun akan menurun setelah 6 jam serangan. Pemeriksaan laboratorium lainya seperti profil lemak, kadar gula, fibrinogen, tes agregasi trombosit dlsbya sangat membantu strategi pengobatan yang tepat sasaran
Rangkaian pemeriksaan lainya seperti EKG (elektrokardiografi), tes uji jantung berbeban, photo thorax, arterografi, scanning dlsbya menentukan tingkat konfirmasi kelainan penyakit jantung koroner tersebut.
4. Penyakit Jantung Rematik
Penyakit jantung jenis ini karena infeksi yang berasal dari infeksi streptococcus yang berasal dari sakit tonsilopharingitis atau infeksi pada gigi atau gusi. Infeksi itu akan menyebar pada organ jantung melalui aliran darah dan akan menimbulkan keradangan pada komponen organ jantung.
Penyakit ini lasimnya menyerang katup jantung ( katup mitral dan tricuspidal) dan dinding jantung (myocarditis). Kecacatan pada katup mitral dan tricuspidal tersebut akan menyebabkan stenosis atau insufisiensi dalam memberikan suli darah, sedangkan miocarditis menyebakan kemampuan memompa suply darah kesluruh tubuh tergagnggu.
Pemeriksaan laboratorium yang cermat terhadap kuman penyebab ( ASO titer, C-reactive protein /CRP,darah lengkap) , serta pemeriksaan klinis baik pada tenggorokan maupun pada gigi, EKG dan seangkaian pemeriksaan radiologi akan sangat membantu pengobatan yang sifatnya medikal maupun tindakan koreksi bedah yang akan dilakukan pada penderita.
Rangkaian pemeriksaan yang umum untuk konfirmasi adanya serangan jantung
Serangan jantung pada penderita pada tahap pertama melalui pemeriksaan EKG
(Elektro kardiogram) berupa rekaman /gambaran impuls elektrik jantung. Kemudian disusul pemeriksaan ekhokardiografi dengan ultrasononografi, kedua tes tersebut untuk menilai struktur dan fungsi jantung, kemudian diikuti dengan tes/ rangkaian pemeriksaan darah untuk deteksi kematian sel otot jantung yang disebabkan karena terhentinya suply / pasokan darah ke jantung, khususnya pada otot jantung (miokardium).
Untuk deteksi otot jantung yang mengalami proses kematian ( sekarat) yang lasimnya mensekresi ensim creatin kinase (CK) , lactic dehydrokinase (LDH) dan protein yang disebut troponin T & I.
Rangkaian pemeriksaan khusus
Adapun untuk konfirmasi yang rinci pada penyakit jantung diperlukan seperti halnya arteriografi atau scanning untuk konfirmasi lokasi kelainan obstruksi pada pembuluh darah koroner, dan luasnya daerah miokardium yang mengalami infark.
Saran
- Bertindak cepat untuk ke rumah sakit terdekat dan jangan menunggu bila terdapat gejala serangan jantung
- Kesediaan menjalani pemeriksaan umum untuk menegakkan diagnosis jenis kelainan jantung dan tindakan intensif.
