<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Parahita Diagnostic Center</title>
	<atom:link href="http://labparahita.com/parahita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://labparahita.com/parahita</link>
	<description>Keep Healthy and Happy</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jun 2011 23:20:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>DETEKSI DINI PENYAKIT GINJAL KRONIS DENGAN CYSTATIN C</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/04/deteksi-dini-penyakit-ginjal-kronis-dengan-cystatin-c/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/04/deteksi-dini-penyakit-ginjal-kronis-dengan-cystatin-c/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 23:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr.Jo</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa perlu deteksi dini penyakit ginjal kronis? Insiden penyakit ginjal kronis cukup tinggi di Indonesia, prognosis penyakitnya buruk dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar. Penyakit ginjal kronis sering baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pada stadium dini umumnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik, meskipun fungsi ginjal sudah mengalami penurunan. Siapa yang berisiko menderita penyakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mengapa perlu deteksi dini penyakit ginjal kronis?</strong></p>
<p>Insiden penyakit ginjal kronis cukup tinggi di Indonesia, prognosis penyakitnya buruk dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar. Penyakit ginjal kronis sering baru terdeteksi pada stadium lanjut karena pada stadium dini umumnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik, meskipun fungsi ginjal sudah mengalami penurunan.</p>
<p><strong>Siapa yang berisiko menderita penyakit ginjal kronis?</strong></p>
<p>Semua golongan usia berisiko menderita penyakit ginjal kronis. Penderita diabetes melitus, hipertensi, jantung, dislipidemia, sindroma metabolik, memiliki riwayat sumbatan saluran kemih, infeksi saluran kemih dan memiliki riwayat anggota keluarga yang menderita penyakit ginjal sangat berisiko menderita penyakit ginjal kronis.</p>
<p><strong>Bagaimana mendeteksi penyakit ginjal kronis?</strong></p>
<p>Deteksi dini penyakit ginjal kronis dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, salah satunya adalah pemeriksaan Cystatin C. Kadar Cystatin C dalam darah memperkirakan laju filtrasi glomerulus ginjal untuk menentukan fungsi ginjal. Peningkatan Cystatin C menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal. Kriteria penyakit ginjal kronis <em>National Kidney Foundation (NKF) Kidney Disease Outcome Quality Initiative (K/DOQI) </em>adalah kerusakan ginjal lebih dari tiga bulan yang diketahui melalui pemeriksaan petanda kerusakan ginjal (misalnya proteinuria, hematuria) dan/atau laju filtrasi glomerulus ginjal &lt; 60 ml/menit/1,73m<sup>2</sup>.</p>
<p><strong>Apakah Cystatin C itu?</strong></p>
<p>Cystatin C adalah suatu protein spesifik berukuran kecil yang disekresi oleh semua sel berinti. Cystatin C dikeluarkan hanya melalui urine, difiltrasi bebas oleh glomerulus ginjal, tidak disekresi oleh tubulus ginjal dan tidak diserap kembali ke dalam tubuh, sehingga sangat baik untuk menentukan laju filtrasi glomerulus ginjal. Sekresi Cystatin C selalu konstan dalam darah, sehingga apabila terjadi peningkatan maka menunjukkan adanya gangguan filtrasi ginjal maupun fungsi ginjal.</p>
<p><strong>Mengapa Cystatin C lebih unggul dari kreatinin untuk menilai fungsi ginjal?</strong></p>
<p>Publikasi penelitian klinis penyakit ginjal menyebutkan bahwa Cystatin C sudah menunjukkan peningkatan pada stadium dini penyakit ginjal kronis, sedangkan kreatinin baru akan meningkat pada stadium menengah. Berbeda dengan kreatinin, Cystatin C tidak dipengaruhi oleh usia, massa otot, jenis kelamin, ras dan diet makanan.</p>
<p><strong>Bagaimana menentukan laju filtrasi glomerulus ginjal dengan Cystatin C?</strong></p>
<p>Banyak penelitian terhadap Cystatin C yang telah menghasilkan rumus perhitungan untuk menentukan laju filtrasi glomerulus ginjal. Selain itu, dapat juga menggunakan Normogram dengan menyesuaikan skala nilai kadar Cystatin C dan laju filtrasi glomerulus ginjal.</p>
<p><strong>Siapa yang perlu melakukan pemeriksaan Cystatin C?</strong></p>
<p>Pemeriksaan Cystatin C tidak terbatas bagi orang yang mempunyai faktor risiko penyakit ginjal kronis yang telah disebutkan di atas, namun perlu bagi orang yang hasil pemeriksaan urinenya abnormal dan <em>check-up</em>.</p>
<p><strong>Kapan dilakukan pemeriksaan Cystatin C?</strong></p>
<p>Pemeriksaan Cystatin C dapat dilakukan setiap saat tanpa persiapan khusus maupun puasa. Pemeriksaan Cystatin C menggunakan spesimen darah. Parahita Diagnostic Centre melayani pemeriksaan Cystatin C setiap hari kerja pada semua cabang.</p>
<p><strong>Berapa kadar normal Cystatin C? </strong></p>
<p>Kadar normal Cystatin C adalah 0,5-1,03 mg/l. Sebagai contoh, apabila kadar Cystatin C 0,9 mg/l maka setara dengan laju filtrasi glomerulus 93 ml/menit/1,73m<sup>2</sup>, yang merupakan nilai normal laju filtrasi glomerulus ginjal. Cystatin C 1,5 mg/l setara dengan laju filtrasi glomerulus ginjal 45 ml/menit/1,73m<sup>2</sup>, yang menunjukkan penurunan laju filtrasi glomerulus ginjal.</p>
<p><strong>Apa yang harus dilakukan apabila kadar Cystatin C tidak normal?</strong></p>
<p>Segera konsultasi pada dokter keluarga maupun dokter spesialis penyakit dalam dan melakukan pemeriksaan tambahan sesuai dengan petunjuk dokter. Pengobatan dini mengurangi kerusakan ginjal yang lebih lanjut.</p>
<p>Silakan hubungi Parahita Diagnostic Centre untuk mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan dan pemeriksaan diagnostik.</p>
<h6>Referensi:</p>
<ol>
<li>Cepeda J. et al. Cystatin C and Cardiovascular Risk in the General Population. Rev Esp Cardiol. 2010;63(4):415-22.</li>
<li>Burtis C.A. et al. Tietz Fundamentals of Clinical Chemistry 6<sup>th</sup> Edition. Elsevier Inc., 2008. Hal.639-641.</li>
<li>National Kidney Foundation. K/DOQI Clinical Practice Guidelines for Chronic Kidney Disease: Evaluation, Classification and Stratification. National Kidney Foundation Inc., 2002.</li>
</ol>
</h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/04/deteksi-dini-penyakit-ginjal-kronis-dengan-cystatin-c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMERIKSAAN PAP SMEAR</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/02/pemeriksaan-pap-smear/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/02/pemeriksaan-pap-smear/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 13:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :  dr.Devi Triyadi 1. Apakah Pap Smear itu? Pap Smear adalah pemeriksaan usapan mulut rahim untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop. Pap Smear merupakan  tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker. 2. Apa itu Kanker Leher Rahim? Kanker leher rahim merupakan jenis kanker [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #008000;">Oleh :  dr.Devi Triyadi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>1. Apakah Pap Smear itu?</strong></span><br />
Pap Smear adalah pemeriksaan usapan mulut rahim untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop.</p>
<p style="text-align: justify;">Pap Smear merupakan  tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>2. <strong>Apa itu Kanker Leher Rahim?</strong></strong></span><br />
Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.  Penyebabnya yaitu adanya perubahan gen mikroba seperti; virus HPV (<em>human papilloma virus</em>), radiasi atau pencemaran bahan kimia. Kanker leher rahim stadium dini yang cepat ditangani dapat sembuh 100%.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>3. Kanker Leher Rahim menyerang siapa?</strong></span></p>
<ul>
<li> Wanita yang telah melakukan hubungan seksual diusia muda</li>
<li>Wanita yang melakukan kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan</li>
<li>Perokok</li>
<li>Kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (organ V). Kanker ini biasa terjadi pada wanita berumur, tetapi beberapa data menemukan kasus ini juga dialami wanita yang berumur 20-30 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>4. Cara pengambilan sampel Pap smear</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis. Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush (sikat kecil berbulu halus, untuk mengambil sel-sel serviks) dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal serviks. Setelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass (kaca objek) dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>5. <strong>Alasan Harus melakukan Pap smear </strong></strong>:</span></p>
<ul>
<li>Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun)</li>
<li>Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun</li>
<li>Pernah melahirkan lebih dari 3 kali</li>
<li>Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal</li>
<li>Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual</li>
<li>Mengalami keputihan atau gatal pada vagina</li>
<li>Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina</li>
<li>Berganti-ganti pasangan dalam senggama</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>6. Persiapan Pemeriksaan</strong> <strong>Pap Smear</strong></span></p>
<ol>
<li>Menghindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi berendam dalam bath tub, selama 24 jam sebelum pemeriksaan, untuk menghindari ‘kontaminasi’ ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan.</li>
<li>Tidak sedang  menstruasi , karena darah dan sel dari dalam rahim dapat mengganggu keakuratan hasil pap smear.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>7. Mengapa Pap Smear perlu dilakukan?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pap smear dapat mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>8. Ada 2 cara pemeriksaan Pap Smear:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">1.      Konvensional</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Berbasis cairan atau Liquid</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keterbatasan pemeriksaan Sitologi Konvensional</strong> :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sampel tidak memadai karena sebagian sel tertinggal pada brus (sikat untuk pengambilan sampel), sehingga sampel tidak representatif dan tidak menggambarkan kondisi pasien sebenarnya</li>
<li>Subyektif dan bervariasi, dimana kualitas preparat yang dihasilkan tergantung pada operator yang membuat usapan pada kaca benda</li>
<li>Kemampuan deteksi terbatas (karena sebagian sel tidak terbawa dan preparat yang bertumpuk dan kabur karena kotoran/faktor pengganggu)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemeriksaan Sitologi Berbasis Cairan/Liquid</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Dengan metode ini, sampel (cara pengambilan sama seperti pengambilan untuk sampel sitologi biasa/Pap Smear) dimasukkan ke dalam cairan khusus sehingga sel atau faktor pengganggu lainnya dapat dieliminasi. Selanjutnya, sampel diproses dengan alat otomatis lalu dilekatkan pada kaca benda kemudian diwarnai lalu dilihat di bawah mikroskop oleh seorang dokter ahli Patologi Anatomi.</p>
<p><strong>Keungulan pemeriksaan sitologi berbasis cairan/Liquid :</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sampel memadai karena hampir 100 % sel yang terambil dimasukkan ke dalam cairan dalam tabung sampel</li>
<li>Proses terstandardisasi karena menggunakan prosesor otomatis, sehingga preparat (usapan sel pada kaca benda) representatif, lapisan sel tipis, serta bebas dari kotoran/pengganggu</li>
<li>Meningkatkan kemampuan/keakuratan deteksi awal adanya kelainan sel leher rahim</li>
<li>Sampel dapat digunakan untuk pemeriksaan HPV-DNA</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>9. Hasil Pap Smear</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hasil pap smear <strong>normal</strong> menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan hasil pap smear <strong>abnormal</strong> dibagi menjadi 3 hasil utama :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Bukan kanker</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan hasilnya adalah <strong>infeksi</strong> kemudian  pasien diminta untuk berobat dan  melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Prekanker</p>
<p style="text-align: justify;">Menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal, biasanya dilaporkan sebagai <strong>“sel atipik”</strong> atau <em><strong>displasia serviks</strong></em>. Pasien  akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Ganas ( kanker)</p>
<p style="text-align: justify;">Pasien langsung diminta berobat ke dokter<span style="text-decoration: underline;">.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/02/pemeriksaan-pap-smear/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolesterol, Ateriosklerosis dan Penyakit Jantung Koroner</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/02/kolesterol-ateriosklerosis-dan-penyakit-jantung-koroner/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/02/kolesterol-ateriosklerosis-dan-penyakit-jantung-koroner/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 14:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :  Dr.dr. F. M. Judajana SpPK (K) Perubahahan pola hidup manusia Indonesia khususnya pola konsumsi makanan yang mengarah ke ”Westernized”, cenderung  mengandung lemak berlebihan dan akan menyebabkan berbagai penyakit yang saat ini dikenal sebagai sindroma metabolik. Salah satu fraksi / turunan dari lemak  yang beredar dalam tubuh adalah kolesterol, disamping fraksi bahan lemak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #008000;">Oleh :  <strong>Dr.dr. F. M. Judajana SpPK (K)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perubahahan pola hidup manusia Indonesia khususnya pola konsumsi makanan yang mengarah ke ”Westernized”, cenderung  mengandung lemak berlebihan dan akan menyebabkan berbagai penyakit yang saat ini dikenal sebagai sindroma metabolik. Salah satu fraksi / turunan dari lemak  yang beredar dalam tubuh adalah kolesterol, disamping fraksi bahan lemak yang disebut trigliserida dan phopholipid. Kadar lemak dalam darah yang meningkat lasim disebut sebagai hiperlipidemia</p>
<p style="text-align: justify;">Pada keadaan normal sebenarnya tubuh memang membutuhkan kolesterol untuk proses metabolisme namun dalam jumlah terbatas.Sumber bahan kolesterol dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi, namun tubuh juga mampu memproduksinya sendiri. Misalnya pada jaringan hati menghasilkan sekitar 1 gram kolesterol setiap harinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Konsumsi makanan yang mengandung kolesterol semua lemak yang berasal dari hewan, seperti daging babi, kambing, kulitnya ayam dan terutama berasal dari kuning telor,udang, kepiting, jerohan serta jenis bahan makanan yang berasal dari susu seperti mentega, keju dlsbnya .Bahan makanan tersebut diatas mengandung jenis lemak yang jenuh, sedangkan jenis lemak yang tidak jenuh biasanya berasal dari bahan nabati, seperti minyak jagung , wijen , dan minyak kedelai.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelebihan kadar kolesterol dalam darah yang disebut sebagai hiperkolesterolemia cenderung akan memberikan akibat yang negative/merusak pada dinding pembuluh darah khususnya pada dinding pembuluh darah arteri diseluruh tubuh, termasuk arteri koroner yang memberikan vaskularisasi pada dinding jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Kolesterol yang berlebihan dalam pembuluh darah akan mengalami oksidasi dan mengalami interaksi dengan sel makrofag dan  substansi biologik lainnya akan memben-tuk sel busa(foam cell) yang akan menumpuk dalam dinding pembuluh darah, kemudian menyusup kedinding arteri dan membentuk suatu kerak / plak. Kantung-2 kecil plak tersebut akan menumpuk melalui proses yang disebut  <strong><em>atherosclerosis</em></strong> yang berlangsung lama (puluhan tahun) seiring dengan tingkat konsumsi makanan dari asam lemak jenuh serta aktifitas jasmani yang kurang dan tidak seimbang dengan jumlah konsumsi lemak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerak atau plak atherosclerosis tersebut akan pecah dan akan memasuki aliran darah keseluruh tubuh dan gumpalan lemak tersebut akan menyumbat pada pembuluh arteri dinding jantung (arteria koroner). Terhambatnya aliran darah kedinding jantung mengakibatkan kematian sel otot jantung dan mengakibatkan keadaan yang fatal dan disebut  baji mati jantung atau <strong><em>miokard infarct.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Serangan pada jantung biasanya dipicu oleh adanya hambatan/kurangnya aliran darah sebanyak 50% dalam arteri koroner akibat adanya plak atherosclerosis tersebut. Gejala yang mudah dikenali adanya serangan jantung koroner tersebut adalah nyeri dada, rasa tertekan pada dada dan rasa nyeri dada tersebut menyebar sampai kebahu, leher, rahang dan lengan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Adakah jenis pemeriksaan laboratorium yang mampu memprediksi adanya suatu hiperkolesterolemia sehingga mampu mencegah penyakit jantung koroner (PJK) ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Jenis pemeriksaan darah yang diperlukan memprediksi adanya hiperkolesterolemia </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Prediksi suatu kejadian  sakit  pada individu, sangat dianjurkan  untuk menjalani <em>’’ Medical Check-up” </em>agar dapat mendeteksi kadar kolesterol dalam darah dan beberapa  parameter lainnya yang menunjang diagnostik dalam ruang lingkup sindroma metabolik ( diabetes mellitus, obesitas, hipertensi)</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menentukan jenis pemeriksaan kolesterolemia, diperlukan  pemahaman tentang beberapa jenis lemak dan jenis kolesterol yang terlibat dan berperan dominant da- lam proses atherosclerosis.</p>
<p style="text-align: justify;">Aliran /transportasi bahan kolesterol yang akan beredar keseluruh tubuh melalui suatu senyawa yang disebut lipoprotein, karena seperti diketahui sustansi lemak tidak da- pat larut dalam air/cairan darah.Ada beberapa komponen kolesterol –lipoprotein yang disebut sebagai <strong><em>Low Density Lipoprotein</em></strong> (LDL-kolesterol), <strong><em>High Density Lipoprotein</em></strong> (HDL-kolesterol), <strong><em>Very Low Density Lipoprotein </em></strong> (VLDL-kolesterol )dan <strong><em>Chylomikron</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dari beberapa pakar,   disimpulkan keterlibatan LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol dalam proses atherosclerosis lebih do-minan. Mengapa demikian? Karena LDL mampu mengangkut  60-80% kolesterol tubuh menuju keseluruh jaringan /organ /sistem, dan akan diserap oleh  sebagai bahan dasar untuk pembentuk hormone dan sumber metabolisme lemak sel tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebutuhan terhadap bahan kolesterol yang diangkut oleh LDL tersebut terbatas, sehingga  kelebihan yang ada akan dibuang ke aliran darah dan akan menumpuk dalam dinding pembuluh darah , yang menyebabkan radang dan menghasilkan kerak/plak atherosclerosis tersebut diatas. Seperti diketahui LDL  komposisinya tersusun atas lemak dan sedikit protein dan merupakan senyawa yang tidak stabil, sehingga kolesterol yang tidak terpakai akan lepas dan menumpuk pada pembuluh darah arteri yang rentan.</p>
<p style="text-align: justify;">Senyawa HDL memunyai tingkat kestabilan lebih tinggi karena mempunyai suatu komposisi protein dan sedikit lemak Karena  sifatnya yang tidak mudah terurai sehingga kolesterol pada HDL tidak mudah terlepas dan tidak mudah membentuk suatu gumpalan, sehingga mampu mencegah terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penjelasan tersebut maka masyarakat awam  dapat menyebutkan bahwa LDL-Cholesterol merupakan ”kolesterol jahat” sedangkan HDL-Cholesterol dikenal sebagai ”kolesterol baik”.</p>
<p style="text-align: justify;">Berpijak pada asumsi tersebut maka makin tinggi kadar LDL-cholesterol dari harga normal akan berakibat atherosclerosis, sedangkan sebaliknya pada kadar HDL-cholesterol yang lebih rendah dari harga normal akan memberikan resiko terjadinya penyakit jantung karena atherosclerosis.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjawab jenis pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk mengetahui adanya lemak dalam darah , sebagai data dasar adalah : kolesterol total, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan lainnya yang lebih rinci diantaranya : Lpa, Apolipo A, Apolipo B, Homosistein akan melengkapi data yang juga bermanfaat bagi pengelolaan  penderita hyperlipidemia .</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Penentuan waktu awal  proses kejadian aterosklerosis </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Proses aterosklerosis sebenarnya sudah dimulai  di usia dini, seiring dengan meningkatnya konsumsi makanan siap saji yang mengandung komposisi jenis nutrient yang tidak sehat. <em>(junk-food)</em><strong> . Konsep makanan : 4 sehat, 5 sempurna </strong>sangat dianjurkan untuk menghindari kejadian aterosklerosis, terutama pada individu yang mengandung faltor resiko, khususnya kejadian penyakit tersebut yang bersifat familial atau herediter.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Berdasarkan suatu  hasil penelitian telah diidentifikasi beberapa factor resiko yang dipunyai seseorang atau sekelompok orang /populasi yang mempunyai potensi/ kemung-kinan lebih besar terkena penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang tidak mem punyai faktor resiko tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor resiko ini penting, untuk upaya pencegahan lebih dini, sehingga terhindar pada serangan yang mendadak dan bersifat fatal. Faktor resiko PJK terdapat dalam dua kategori :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Faktor resiko yang tidak bisa dihindari</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Riwayat pewarisan genetik dalam keluarga</li>
<li>Jenis kelamin ( pria lebih banyak daripada wanita)</li>
<li>Ras</li>
<li>Usia</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">2. Faktor resiko yang bisa dihindari</p>
<ul>
<li>Penyakit Diabetes Mellitus,</li>
<li>Hipertensi (tekanan darah tinggi),</li>
<li>Kebiasaan Merokok</li>
<li>Hiperlipidemia,</li>
<li>Obesitas/kelebihan beran badan,</li>
<li>Aktifitas jasmani/olahraga yang kurang</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Faktor pendukung terjadinya PJK</span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Kurangnya kadar antioksidan dalam tubuh. Karena terbentuknya oksidasi pada kolesterol yang ada dapat mengarah terjadinya proses terbentuknya kerak aterosklerosis. Kejadian tersebut lasim merupakan kerusakan oksidatif.</li>
<li>Ekses homosistein yang merupakan jenis asam amino, senyawa zat kimia yang dalam jumlah tertentu akan meningkatkan resiko aterosklerosis</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/02/kolesterol-ateriosklerosis-dan-penyakit-jantung-koroner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERIKSA DAN PAHAMI GEJALA SERANGAN JANTUNG</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/02/periksa-dan-pahami-gejala-serangan-jantung/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/02/periksa-dan-pahami-gejala-serangan-jantung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 14:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K) Kejadian kematian mendadak sering dikaitkan  dengan penyakit jantung, yang didahului dengan keluhan nyeri dada  yang menghebat, rasa tertekan dan sesak didada  serta tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dan cepat pada jam pertama terjadinya serangan tersebut. Seperti telah  diketahui bahwa suatu  serangan jantung  sering fatal karena pemahaman gejala sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>Oleh: DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian kematian mendadak sering dikaitkan  dengan penyakit jantung, yang didahului dengan keluhan nyeri dada  yang menghebat, rasa tertekan dan sesak didada  serta tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dan cepat pada jam pertama terjadinya serangan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti telah  diketahui bahwa suatu  serangan jantung  sering fatal karena pemahaman gejala sangat minim, sehingga proses kematian yang demikian agresif/cepat tidak tertangani secara memadai. Sebenarnya tubuh telah memberikan sinyal yang sering tidak ditanggapi secara cermat namun apabila terdapat kejelian mengenali gejala awal, maka banyak nyawa manusia yang menderita serangan jantung  dapat diselamatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian sakit jantung tersebut lasim disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit jantung iskemik dan merupakan penyakit jantung yang paling banyak dijumpai  di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ada pula gejala sesak dan nampak kebiruan  pada bibir dan ujung jari anak2 merupakan manifestasi  jenis penyakit jantung  bawaan . Hal tersebut menunjukan  bahwa gejala setiap penyakit jantung mempunyai gejala yang spesifik dan perlu dikenali  atau dipahami secara cermat agar mendapatkan pemeriksaan yang tepat guna serta   penangangan  yang tepat waktu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Berbagai jenis penyakit jantung</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Kategori jenis penyakit jantung telah diketahui dan penyebab kelainan struktur dan fungsi organ jantung  telah teridentifikasi baik karena kelainan genetik, metabolik, infeksi dlsbya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kategori dasar yang sering digunakan :</p>
<p style="text-align: justify;">1.      Penyakit jantung bawaan</p>
<p style="text-align: justify;">2.      Penyakit  jantung  kongestif- gagal jantung  ( Cardiomyopathy)</p>
<p style="text-align: justify;">3.      Penyakit Jantung Koroner ( jantung arteriosklerosis)</p>
<p style="text-align: justify;">4.      Penyakit Jantung Rematik</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Pengenalan Sakit jantung bawaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Kebocoran  pada jantung yang disebabkan belum sempurnanya proses penutupan sekat pemisah bilik atau serambi jantung kiri dan kanan, lasimnya terjadi pada masa bayi /anak . Gejala yang sering nampak adalah kebiruan  pada bibir, anak cepat merasa lelah, kadang2 sesak , bahkan mungkin sering pingsan saat beraktifitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit jantung bawaan tersebut meliputi  a.l : ASD : atrial septal defect , adalah kelainan jantung karena ada lobang pada sekat serambi jantung., VSD : venticular septal defect adalah kelainan jantung karena lobang pada sekat bilik jantung, PDA : Patent ductus arteriosus : kelainan tidak menutunya pembuluh darah yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonalis dan Tetralogi Fallot, yaitu penyakit jantung bawaan  yang merupakan kombinasi penyempitan pembuluh darah di paru dan adanya lobang pada sekat bilik jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan penunjang laboratorium seperti elektrolit darah, analisis gas darah dlsbnya serta rangakaian pemeriksaan radiologi  diperlukan dalam diagnosis penyakit jantung  bawaan, agar tindakan koreksi pada kelainan dapat dilakukan secara tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Pengenalan  Penyakit jantung kongestif / gagal jantung </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Penyakit pada jantung karena ketidakmampuan jantung memberikan suply darah yang cukup untuk kebutuhan seluruh tubuh.Gejala dan keluhan yang menonjol adalah sesak nafas pada posisi tidur terlentang , nafas mudah tersengal bila melakukan gerakan jasmani/olah raga, cepat lelah, batuk dan oedema (pembengkahan sendi pergelangan  kaki) sebagai tanda obstruksi kronis pada pembuluh darah dlsbnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya penyakit ini disebabkan infark myocard, penyakit jantung hipertensi dan kelainan katup jantung, serta cardiomyopathi (otot jantung). Namun penyebab lainnya sebagi faktor resiko seperti obesitas, diabetes,  merokok, memberikan konstribusi yang cukup bermakna terhadap kelainan /gagal jantung ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan penunjang baik pada laboratorium maupun radiologik  untuk melakukan identifikasi penyebab perlu dilakukan secara cermat dan efisien. Karena tindakan yang dilakukan harus berpijak pada penyebab dasar <em>( underlying disease)</em>, dan tindakan eksplorasi yang menyeluruh pada penyebab penyakit jantung kongestif akan sangat membantu tatalaksana pengobatan penderita (sperti Diabetes, hipertensi dll).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Penyakit Jantung koroner ( penyakit jantung arteriosklerosis)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Penyakit jantung  karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri koroner dan berakibat berkurangnya asupan darah dan oksigenasi dinding jantung (miokard). Penempitan ini karena tersumbatnya sebagian pembuluh darah koroner tersebut karena gumpalan darah yang lasim disebut trombosis. Proses tersebut dimulai pecahnya kerak (plaque) arterosklerosis yang memicu bekuan darah yang kompleks.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala dan keluhan yang spesifik adalah rasa nyeri dada seperti menekan atau rasa terbakar didada (angina pectoris) dibagian tengah atau sebelah kiri yang berlangsung 5 sampai 20 menit. Rasa nyeri tersebut menjalar kebahu kiri , terkadang rahang bawah, leher serta punggung .</p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan  laboratorium yang sangat diperlukan untuk menunjang diagnosis PJK adalah CKMB ( Creatine Kinase-MB) yang kadarnya akan meningkat pada <strong>5 jam pertama serangan akut</strong> tersebut, namun akan menurun setelah 6 jam serangan. Pemeriksaan laboratorium lainya seperti profil lemak, kadar gula, fibrinogen, tes agregasi trombosit  dlsbya sangat membantu  strategi pengobatan yang tepat sasaran <strong><br />
</strong> Rangkaian pemeriksaan lainya seperti EKG (elektrokardiografi), tes uji jantung berbeban,  photo thorax, arterografi, scanning dlsbya menentukan tingkat konfirmasi kelainan penyakit jantung koroner tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Penyakit Jantung Rematik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit jantung jenis ini karena infeksi yang berasal dari infeksi  streptococcus yang berasal dari sakit tonsilopharingitis atau infeksi pada gigi atau gusi. Infeksi itu akan menyebar pada organ jantung melalui aliran darah  dan akan menimbulkan keradangan  pada komponen organ jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit ini lasimnya menyerang katup jantung  ( katup mitral dan tricuspidal) dan dinding jantung (myocarditis). Kecacatan pada katup mitral dan tricuspidal tersebut akan menyebabkan  stenosis atau insufisiensi dalam memberikan suli darah, sedangkan miocarditis menyebakan kemampuan memompa suply darah kesluruh tubuh tergagnggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan laboratorium yang cermat terhadap kuman penyebab ( ASO titer, C-reactive protein /CRP,darah lengkap) , serta pemeriksaan klinis baik pada tenggorokan maupun pada gigi, EKG dan seangkaian pemeriksaan radiologi akan sangat membantu  pengobatan yang sifatnya medikal maupun tindakan koreksi bedah yang akan dilakukan pada penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian pemeriksaan yang umum  untuk konfirmasi adanya serangan jantung</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Serangan jantung pada penderita pada tahap pertama  melalui pemeriksaan EKG</p>
<p style="text-align: justify;">(Elektro kardiogram) berupa rekaman /gambaran impuls elektrik jantung. Kemudian disusul pemeriksaan ekhokardiografi dengan ultrasononografi, kedua tes tersebut untuk menilai struktur dan fungsi jantung, kemudian diikuti dengan tes/ rangkaian pemeriksaan darah untuk deteksi kematian sel otot jantung  yang disebabkan karena terhentinya suply / pasokan darah ke jantung, khususnya pada otot jantung (miokardium). <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Untuk deteksi otot jantung yang mengalami proses kematian ( sekarat) yang lasimnya mensekresi ensim <em>creatin kinase (CK) , lactic dehydrokinase (LDH)</em> dan protein yang disebut <em>troponin T &amp; I</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian pemeriksaan khusus </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Adapun untuk konfirmasi yang rinci pada penyakit jantung diperlukan seperti halnya arteriografi atau scanning untuk konfirmasi  lokasi kelainan obstruksi pada pembuluh<strong> darah koroner, </strong>dan luasnya daerah miokardium yang mengalami infark.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Saran</strong></p>
<ol>
<li><strong>Bertindak cepat untuk  ke rumah sakit terdekat dan jangan menunggu bila terdapat gejala serangan jantung</strong></li>
<li><strong>Kesediaan menjalani pemeriksaan umum untuk menegakkan diagnosis jenis kelainan jantung dan tindakan intensif.</strong></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/02/periksa-dan-pahami-gejala-serangan-jantung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TATA KELOLA HIPERLIPID</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/02/tata-kelola-hiperlipid/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/02/tata-kelola-hiperlipid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 14:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :  DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K) Pendahuluan Seperti diketahui, bahwa status kesehatan manusia terkait dengan kemajuan tingkat ekonomi suatu bangsa, karena kemampuan yang diperoleh membawa perobahan pola/gaya hidup  ditinjau dari seluruh aspek  yang sifatnya jasmani maupun spiritual. Perobahan yang bermakna pada pola makan, minum dan fasilitas kehidupan fisik akan berpengaruh positip maupun negatif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Oleh :  <strong>DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Pendahuluan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, bahwa status kesehatan manusia terkait dengan kemajuan tingkat ekonomi suatu bangsa, karena kemampuan yang diperoleh membawa perobahan pola/gaya hidup  ditinjau dari seluruh aspek  yang sifatnya jasmani maupun spiritual.</p>
<p style="text-align: justify;">Perobahan yang bermakna pada pola makan, minum dan fasilitas kehidupan fisik akan berpengaruh positip maupun negatif  pada kesehatan individu maupun lingkungan secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan komposisi  makanan pada manusia Indonesia terdiri atas 60 -75% karbohidrat, 12 -20% protein dan selebihnya lemak,  namun dalam dekade terakhir ini pola konsumsi khususnya komposisi makanan manusia Indonesia terutama yang berdiam di kota yang  mengalami banyak perobahan gaya hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu perobahan tersebut pada pola makan sehari hari  yang saat ini terjadi adalah   berpindahnya pilihan kepada jenis makanan yang banyak mengandung lemak, sehingga mengakibatkan  kadar lemak yang tinggi dalam darah dan  menimbulkan suatu proses yang kompleks dalam pembuluh darah, serta berpengaruh pada fungsi beberapa organ dalam tubuh manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian tersebut merupakan suatu kelainan metabolisme lemak  dalam tubuh yang disebut dislipidemia, yang merupakan salah satu faktor resiko utama dalam proses terjadinya penyakit jantung dan atheroskerosis pembuluh darah, misalnya tingginya kadar fraksi lemak, misalnya kadar kolesterol yang tinggi dalam darah (hiperkolesterolaemia)  atau tingginya kadar trigliserida dalam darah (hypertrigliseridemia) dlsbnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Lemak  dan fungsi metabolik</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Secara biologis substansi lemak mempunyai peran sebagai sumber energi dalam tubuh yang dapat disimpan dalam depo lemak yang disebut jaringan  lemak <em>(adipose tissue)</em>, sedangkan   metabolismenya berlangsung di hati (liver). Substansi lemak dapat menyimpan 9 kilo kalori per kg, sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kilo kalori per kg .</p>
<p style="text-align: justify;">Substansi lemak ini mengandung  asam lemak essensial yang bermanfaat bagi tubuh, namun tubuh tidak sanggup membentuk asam lemak essensial, seperti asam<em> linoleic, arachidonic</em> secukupnya, sehingga harus berasal dari makanan yang dikonsumsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Asam lemak essensial  dibutuhkan untuk kesempurnaan dan sintesis membrane dari sel, dan untuk pembentukan hormone prostalglandin serta sebagai bahan penyusun karakter kekenyalan pada kulit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Fraksi Lemak </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Substansi lipid atau  lemak  terdiri dari kolesterol, trigliserida dan phopho lipid, namun dalam darah  merupakan substansi lemak yang terikat dengan molekul protein yang lasim disebut <strong>lipoprotein</strong>.Pada setiap lipoprotein terdiri dari komponen <strong>lipid</strong> dan komponen/molekul protein yang disebut <strong>apolipoprotein.</strong> Molekul apolipoprotein menentukan metabolisme partikel dengan pengikatan pada reseptor spesifik dan bekerja sebagai kofaktor untuk aktivitas ensim.</p>
<p style="text-align: justify;">Molekul lipoprotein terdiri dari beberapa fraksi yaitu <strong><em>chylomicrone, very</em> <em>low density lipoprotein cholesterol (VLDL &#8211; C), low density lipoprotein cholesterol (LDL-C), high density lipoprotein cholesterol (HDL-C</em></strong><em>).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Molekul lipoprotein tersebut mempunyai persamaan substansi biokimiawi yang menyusunnya namun mempunyai perbedaan dalam besarnya prosentasi substansi biokimiawi yang akan menyusun molekul tersebut. Masing2 jenis lipo protein tersebut dalam jumlah yang abnormal akan mempunyai konstribusi yang spesifik dalam proses terjadinya sakit atau kelainan pada pembuluh darah dan jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Tingginya kadar  <em>LDL-Cholesterol</em> dan kolesterol total memberikan kemung-kinan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, karena keterlibatannya yang dominan dengan proses terjadinya kejadian sakit tersebut. Berdasarkan hal itu, maka pengobatan kelainan metabolisme lemak ini, ditujukan untuk menurun kan kadar LDL-C</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya rendahnya kadar <em>HDL-Cholesterol </em> dalam darah ( kurang dari harga normal) akan mengakibatkan kemungkinan / resiko lebih besar terhadap  terjadinya penyakit jantung koroner. Sedangkan tingginya kadar trigliserida lebih sering dihubungkan dengan kejadian sakit diabetes mellitus dan sindroma metabolik, karena berpengaruh terhadap peningkatan LDL-kolesterol yang kecil dan padat yang disebut <em>small dense LDL-Cholesterol,</em> yang ternyata merupakan substansi yang berperan pada tahap awal atherosclerosis. Karena  LDL yang kecil dan lebih padat  lebih cepat  dioksidasi  dibandingkan LDL yang lebih besar . Oksidasi LDL menyebabkan pembentukan sel busa yang dihasilkan makrofag dan pembentukan bercak lemak di lapisan intima pembuluh darah arteri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Faktor Resiko</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kadar lemak yang abnormal pada seseorang akan memberikan peluang terjadinya gangguan vascular / pembuluh darah yang  berakibat menurunnya kualitas pembuluh darah pada organ seluruh tubuh (jantung, jaringa otak, ginjal dlsb) yang lasim disebut aterosklerosis. Proses aterosklerosis akan memberi bentukan kerak (plaque) pada pembuluh darah arteri diseluruh tubuh yang memberikan penyempitan diameter and berkurangnya vaskularisasi  dan berakibat menurunnya oksigenasi jaringan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dekade terakhir abnormalitas kadar lipid  pada tubuh merupakan faktor resiko salah satu unsure terjadinya sindroma metabolik yang meliputi diabetes mellitus, hipertensi, obesitas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Adakah jenis pemeriksaan laboratorium lainnya yang  diperlukan untuk  meleng kapi dan menegakkan diagnosis kelainan metabolisme Lemak ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Kelainan metabolisme lemak sebenarnya merupakan hasil interaksi berbagai / banyak faktor, dan memerlukan beberapa jenis  pemeriksaan laboratorium lainnya untuk melengkapi yaitu <em>Small Dense LDL, </em>Lipoprotein a (Lpa), apolipoprotein A1, Apolipo protein A2, apolipoprotein B.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>Lipoprotein(a)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Molekul  lipoprotein yang kaya kolesterol dan disintesisi di hati, kadarnya dipengaruhi secara genetik, namun molekul ini tidak mengandung trigliseride, sehingga tidak terpengaruh oleh diit. Molekul ini berbeda  dengan fraksi liporotein  seperti VLDL, LDL, HDL namun merupakan salah satu faktor resiko independent untuk atherosklerosis premature dan merupakan protein fase akut  pada proses kejadian infark jantung dan stroke dan dianjurkan  kadarnya diukur pada saat kejadian sakit dan akan bermakna hanya dalam waktu 1 bulan setelah kejadian  meningkat dan terpaparnya sdLDL pada penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan suatu penelitian yang menyatakan bahwa Lp(a) memiliki afinitas tinngi terhadap dinding pembuluh drah arteri dan mempunyai  berpengaruh kuat terhadap kejadian trombosis yang aterogenik.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat ini Lp (a) merupakan uji saring untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke, maka kadar &gt; 30 mg/dl merupakan resiko PJK, sedangkan untuk resiko stroke  nilai batasnya &gt; 20 mg/dl, serta direkomenda sikan untuk penderita dengan riwayat keluarga yang pernah menderita Penyakit jantung koroner, stroke, infark miokard atau familial hypercholesterolaemia dan disfungsi ginjal yang disertai proteinuria.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>Apolipoprotein A-I</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Merupakan komponen integral dari fraksi HDL  dan disekresikan dalam  bentuk lemak yang bebas. Fraksi lemak yang berupa HDL dengan kadar yang rendah merupakan faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner, dan pemeriksaan Apolipoprotein A-I lebih banyak digunakan untuk memeriksa penderita dengan persangkaan kelainan genetik yang mempengaruhi rendahnya kadar kolesterol HDL.</p>
<p style="text-align: justify;">Nilai rujukan :  pada pria    :    104 – 202 mg/dl</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita        :    108 – 225 mg /dl</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>Apoliporotein A-II</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Merupakan komponen protein yang menyusun struktur fraksi kolesterol HDL</p>
<p style="text-align: justify;">Nilai rujukan : 25,1 – 35,4 mg / dl</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>Apolipoprotein B</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Merupakan salah satu molekul yang mempunyai  nilai prediktif untuk kejadian infark miokard   dan merupakan indeks yang lebih baik dibandingkan  kolesterol total atau kolesterol LDL.Apolipoprotein B (ApoB) merupakan komponen protein yang ikut menyusun struktur utama dari fraksi chylomicrone, VLDL dan LDL. Komponen Apo B ini mempunyai konstribusi 98% dari masa total protein pada molekul LDL. Pemeriksaan Apo B akan saling melengkapi dengan pemeriksaan <em>small dense LDL (sdLDL)</em>, misalnya  resiko infark jantung akan  meningkat 6 kali jika terdapat peningkatan ApoB dan terdapatnya sdLDL, sedangkan  resiko akan meningkat hanya 2 kali apabilat terdapat kadar Apo B yang meningkat dan terpaparnya  peningkatan molekul LDL yang besar.<em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Disimpulkan bahwa parameter pemeriksaan Apo B dan<em> sdLDL </em> akan saling menunjang terhadap besarnya resiko terjadinya PJK karena terdapatnya laju progresifitas kejadian atherosclerosis.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut  journal Progress in Medicine 19, hal 1854, tahun 1999 menyatakan makin tingginya  kada Apo B plasma akan  menyebabkan kemungkinan adanya kejadian penyakit pada pembuluh darah arteri makin tinggi (lihat grafik 1)</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula laporan penelitian  pada tahun 1999 yang menyatakan  korelasi yang kuat dan berbanding lurus antara kadar Apo B yang meningkat dengan terpaparnya kadar  <em>small dense LDL</em></p>
<p style="text-align: justify;">Nilai rujukan : pada pria    : 73 – 109 mg / dl</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong> Wanita        : 66 – 101 mg / dl</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan berbagai penelitian menunjukan bahwa molekul Apo B dan <em>sdLDL</em> merupakan molekul yang berperan dalam laju progresivitas kejadian atherosclerosis pada pembuluh darah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Konsensus dari National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>(NCEP-ATP III).</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Konsensus  yang berisi petunjuk praktis penatalaksanaan Dislipidemia akan memberikan kemudahan  dalam penanganan kelainan metabolisme Lemak (Lipid). Salah satu diantaranya <strong>Klasifikasi Kadar Lipid Plasma</strong> serta pedoman terapi berdasarkan <strong>Kadar Kolesterol-LDL sebagai sasaran serta batasan untuk mulai perobahan gaya hidup dan terapi obat yang dianjurkan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Pemeriksaan penyaring dianjurkan  pada semua orang dewasa berumur lebih dari 45 tahun. Pemeriksaan penyaring meliputi kadar kolesterol total dan trigliserida. Bila hasilnya normal, maka dianjurkan  pemeriksaan ulang setiap lima tahun. Bila hasilnya abnormal  diperlukan pemeriksaan profil lipid lengkap yang meliputi kolesterol Total, LDL-C, HDL-C dan trigliserida serta kadar glukosa darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan profil lengkap harus dijalankan sedini mungkin pada mereka yang beresiko tinggi terkena atherosclerosis. Berdasarkan hal itu, perlu dilakukan analisis terha dap besarnya resiko seseorang terhadap kejadian atherosclerosis. Langkah awal menentu kan kadar kolesterol LDL kemudan dilanjutkan dengan eksplorasi factor resiko lain yang menyertai. Berdasarkan analisis tersebut terdapat 3 kelompok resiko, yaitu kelompok resiko sangat tinggi, tinggi dan rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>Diagnosis Hiperlipidemia</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PROFIL</strong><strong> LEMAK</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tujuan   :</strong><strong> </strong>Mengetahui kadar berbagai jenis lemak yang terlibat dalam proses terjadinya penyumbatan pembuluh darah (Aterosklerosis)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jenis Pemeriksaan </strong><span style="text-decoration: underline;"> </span><strong>laboratorium</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL-Direk, Trigliserida, ApoB, Lp(a)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemeriksaan Panel Resiko Penyakit Jantung Koroner/Stroke</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cholesterol Total, Cholesterol-HDL, Cholesterol-LDL, Trigliserida, Apo B, Lp(a), Glukosa (puasa dan 2 jam SM) Fibrinogen, ACA, Homoscystein, hs CRP</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Tata kelola Hiperlipidemia</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Konsep mendasar tata kelola hiperlipedmia  berpijak pada tahapan mengurangi ekspresi faktor resiko dan tahapan eliminasi semua faktor pemicu  proses aterosklerosis pada pembuluh darah arteri</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.Tahapan Penatalaksanaan dislipidemia </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.1 . Identifikasi faktor resiko hiperlipidemia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah utama yang diperlukan identifikasi semua faktor resiko diupayakan semaksimal mungkin misalnya obesitas, hipertensi, diabetes, dlsbnya. Karena berat dan banyaknya  faktor resiko, diperlukan strategi yang tepat untuk mengurangi /minimalisasi ekspresi yang membantu terjadinya aterosklerosis</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.2. Eliminasi Faktor Pemicu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Eliminasi faktor pemicu atau lasim disebut ”<em>trigger”,</em> misalnya infeksi microbial yang sering terjadi dan akan  memberikan kesulitan bagi tata kelola dislipidemia, karena kejadian infeksi kuman jenis ”<em>coccus”, chlamydia pneumoniae, cytomegalovirus </em>pada hospes, berperan pada   proses inisiasi suatu plaque / kerak pada pembuluh darah arteri.</p>
<p style="text-align: justify;">Makin banyak resiko dan faktor pemicu yang dimiliki seseorang maka akan  memperbesar resiko mendapatkan PJK atau kejadian stroke.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Penatalaksanaan Hiperlipidemia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan untuk mengendalikan kadar lipid yang berperan dominant dalam proses kejadian terosklerosis baik pada  penyakit jantung koroner, maupun kejadian sakit  stroke karena  obstruksi vaskuler maupun suatu perdarahan. .</p>
<p style="text-align: justify;">Terapi kelainan metabolisme lemak, lasimnya terdiri atas terapi non farmakologis dan farmakologis, yang harus diberikan sedini mungkin dan terkait dengan kontinuitas dalam menjalani secara konsekwen strategi pengobatan yang diberikan..</p>
<p style="text-align: justify;">Terapi non farmakologik dengan melakukan perobahan perilaku atau gaya hidup, dengan mengurangi makan yang kandungan lemaknya tinggi dan upaya konsumsi makan sayur dan buah, aktivitas fisik yang teratur, menurunkan berat badan, menghindari rokok dan minum beralkohol serta meningkatkan kemampuan mengelola stress psikis dlsbnya</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun terapi farmakologik yang bertujuan menurunkan kadar lipid ( trigliserida, kolesterol dan fraksinya seperti kolesterol HDL, kolesterol LDL), pemberian medikasi anti infeksi-mikrobial disamping obat antioksidan yang mencegah berperannya radikal bebas dan komponennya yang berpotensi / konstribusi terjadinya ateroma.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Pencegahan dislipidemia</span> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Kejadian kelainan metabolisme Lemak dapat dicegah dengan mempertahankan pola makan yang sehat dan seimbang, (konsumsi sayur, buah, diikuti dengan membatasi konsumsi lemak), latihan fisik yang teratur sesuai dengan umur dan kemampuan fisik yang ada, sehingga tercapaiberlanjutnya berat badan yang ideal.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya pencegahan non  farmakologik /gaya hidup yang perlu diperhatikan adalah tidur yang cukup, disamping aktifitas yang seimbang  berupa olah raga, olah fikir dan olah rasa, sehingga mamapu mengelola stress kehidupan baik yang bersifat jasmani maupun jiwani.</p>
<p style="text-align: justify;">Penciptaan lingkungan bebas  asap rokok dan menghindari minuman beralkohol yang berlebihan, kemampuan mengelola stress fisik dan jiwa, semua hal tersebut berdampak kepada kehidupan jiwa pribadi yang tenang disertai sikap hidup yang selalu positip <strong> </strong>akan memberikan sumbangan yang tidak ternilai bagi kualitas hidup seseorang.            Seperti diketahui gaya hidup tersebut diatas karena akan berpengaruh kepada kualitas kehidupan sel tubuh dan interaksi biologik pada unit terkecil kehidupan tubuh  yang akan  berlangsung sempurna dan berkelanjutan, sebagai komponen penyusun kehidupan   individu manusia yang bersifat holistik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesempurnaan kehidupan individu manusia  diperlukan dalam pembentukan  populasi yang sehat, sebagai pemeran pada penciptaan lingkungan hidup yang ideal dan berpengaruh pada <strong><em>ecosystem </em></strong>yang ingin dicapai .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/02/tata-kelola-hiperlipid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KUALITAS KEHIDUPAN MENUA YANG SEHAT</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/02/kualitas-kehidupan-menua-yang-sehat/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/02/kualitas-kehidupan-menua-yang-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 13:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :  DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K) Gunakan atau anda akan kehilangan ! Kualitas kehidupan sehat merupakan dambaan umat manusia meliputi kebaha- gaian jasmani dan spiritual yang akan meningkatkan  nilai martabat manusia. Seperti telah diketahui bahwa proses kehidupan pada manusia sebagai mahluk hidup merupakan rangkaian kejadian biologik yang tidak terlepas dari pengaruh kendala internal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color: #008000">Oleh :  <strong>DR. dr. F.M. Judajana SpPK (K)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Gunakan atau anda akan kehilangan !</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">Kualitas kehidupan sehat merupakan dambaan umat manusia meliputi kebaha- gaian jasmani dan spiritual yang akan meningkatkan  nilai martabat manusia.</p>
<p style="text-align: justify">Seperti telah diketahui bahwa proses kehidupan pada manusia sebagai mahluk hidup merupakan rangkaian kejadian biologik yang tidak terlepas dari pengaruh kendala internal maupun lingkungan (eksternal) pada semua jaringan tubuh yang akan berlansung berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify">Kemampuan fungsional jaringan tubuh perlu dipelihara dan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai karunia sang Pencipta dalam menyangga tujuan kehidupan yang berbahagia. Tata cara memelihara jaringan tubuh baik jasmani maupun jiwa agar tetap normal (sehat)  lasim ditanamkan sejak awal kelahiran sampai menuju ke fase  keabadian.</p>
<p style="text-align: justify">Konsep pemeliharaan tubuh adalah serangkaian pemahaman tindakan pemantauan diri (self monitoring) dan evaluasi yang tertuju pada kendala internal dan eksternal yang akan berpengaruh pada kesehatan tubuh.</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Apa,  Mengapa, Bagaimana Kualitas Kehidupan sehat dapat dicapai  ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong>Seperti  diketahui   bahwa dengan kehidupan  sehat kita mampu melakukan segala jenis aktifitas secara mandiri dan akan  membawa nikmat anugerah sebagai manusia yang berkebutuhan, dan berguna  baik bagi dirinya, keluarga maupun lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify">Karena dalam kualitas  kehidupan  sehat  yang terjaga dan berkesinambungan akan menjamin segala cita2 kehidupannya terwujud. Pemahaman terhadap  kendala yang berpengaruh, perlu kiranya dipahami secara tuntas baik yang bersifat internal maupun yang  bersifat eksternal yang berpengaruh terhadap kejadian sakit.</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Kendala Internal</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">Meliputi pola pewarisan genetik, sistem imunitas, sistem endokrin (hormonal), sistem syaraf dan jiwa (psikis), pola fikir dlsb</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Kendala Eksternal </strong></span></p>
<p style="text-align: justify">Meliputi pola makan, pola istirahat, keadaan lingkungan yang sehat (bebas radiasi  dan polusi) / bersih, kondisi bebas mikroorganisma / kuman penyebab sakit, budaya tradisi yang mengutamakan hidup bersih /sehat, kondisi air sebagai kebutuhan utama dsb.</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Konsep Biologik Jaringan yang Menua </strong></span></p>
<p style="text-align: justify">Semua jaringan tubuh mahluk hidup akan  mengalami suatu proses menua yang sebenarnya merupakan  proses alamiah. Seperti diketahui bahwa semua jaringan tubuh mengalami tahapan proses kemampuan jaringan tubuh yang secara perlahan<strong> berkurang </strong>baik secara<strong> struktural maupun fungsional.</strong> Apabila proses tersebut berlanjut akan<strong> menyebabkan kehilangan atau kerusakan yang permanen (menetap). </strong>Status kondisi tubuh teresebut mengalami proses patologik merupakan tahapan kejadian sakit dan selanjutnya menuju proses kematian (fase keabadian)</p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Apakah  berkurangnya/hilangnya kemampuan jaringan tubuh bisa dicegah ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong>Perlu dipahami bahwa proses berkurangnya fungsi  dan struktur jaringan sebenar- nya masih terdapat peluang untuk dihambat atau dicegah seperti halnya ausnya suku cadang suatu mesin yang bekerjanya sangat kompleks yang tiap bagian /unit akan saling berpengaruh satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify">Peluang tersebut berdasarkan pada konsep menua sehat yang berpijak pada pecegahan secara dini terhadap semua proses kejadian sakit pada jaringan tubuh.</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Konsep Menua Sehat</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">Konsep menua sehat terutama bertumpu pada proses jaringan tubuh yang menua tersebut agar tidak disertai proses patologik, sehingga perlu dilakukan pemahaman terha dap tata cara <strong>“memelihara”</strong> sebagai kebutuhan utama kehidupan (Unity basic of life).</p>
<p style="text-align: justify">Kebutuhan dasar kehidupan tersebut dengan menjaga kehidupan sehat pada raga/ jasmani,  kehidupan rasa dan terpeliharanya cara berfikir, sehingga direkomendasi  suatu konsep kehidupan sehat  bertumpa pada olah raga, olah rasa dan olah fikir .</p>
<p style="text-align: justify">Hal tersebut sebagai perwujutan untuk selalu memanfaatkan semua karunia Tuhan yang telah diciptakan untuk umat manusia, dan bagaimana upaya diri manusia agar mam-pu memelihara secara optimal. Misalnya melakukan gerakan ritmis dan teratur semua anggota tubuh (olah raga), mengekspresikan kemampuan berpuisi/seni/lagu sebagai olah rasa, serta memecahkan masalahdengan berfikir sistematik dan rasional (olah fikir)</p>
<p style="text-align: justify">Adapun keadan sakit yang tidak dapat dihindari karena factor resiko yang dipunyai karena pewarisan genetic/lingkungan kerja dsb, seyogyanya mempunyai upaya  untuk menunda / memperlambat kecepatan proses kejadian sakit tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">Upaya menunda tersebut dilakukan dengan konsultasi dengan dokter keluarga yang mampu secara cermat:</p>
<ol style="text-align: justify">
<li>Memahami latar belakang yang mendasari persoalan sakit yang terjadi pada individu tersebut ( bio-psiko-sosial)</li>
<li>Monitoring dan evaluasi terhadap semua  keluhan dan gejala yang timbul baik yang bersifat akut dan kronik</li>
<li>Komunikasi ” dokter-penderitä “ yang sangat membantu <strong>proses penyembuhan</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>Apa yang sebenarnya harus kita utamakan/kerjakan ( What should we do ?)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #000000"><strong>Pemantauan dan evaluasi kesehatan raga/jasmani</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">Salah satu tata cara  memelihara raga/jasmani tersebut adalah pemantauan diri dan evaluasi fungsi dan struktur jaringan tubuh dengan  pemeriksaan medik berkala . Tujuan  tersebut untuk memantau terhadap kemungkinan penyimpangan  fungsi dan struktur jaringan tubuh yang mengalami kejadian sakit.</p>
<p style="text-align: justify">Harapan yang utama sebenarnya untuk menilai <strong>apakah pola hidup kita </strong>sudah benar  (sehat) yang meliputi pola makan, pola istirahat / rekreasi, pola komunikasi antar individu, pola fikir yang positip dalam bingkai moral-akal budi dlsbnya</p>
<p style="text-align: justify">Upaya kontrol kesehatan yang teratur (berkala) pada setiap jadwal yang sudah ditentukan akan menjamin dan memudahkan dalam mencegah,atu menunda setiap proses kejadian sakit yang selalu mengintai keberlangsungan hidup manusia.</p>
<p style="text-align: justify">Beberapa petunjuk hidup sehat dapat kita cermati manfaat bagi jaringan tubuh ki- ta dengan tujuan dapat menikmati segala aspek kehidupan sebagai unsur utama yang menunjang kualitas hidup. Menghindari factor resiko sebagai  pencegahan harus dilakukan agar <strong>tujuan hidup sehat dapat tercapai !</strong></p>
<p style="text-align: justify">Kualitas hidup yang terpengaruh dengan kemajuan peradaban dan zaman tentunya perlu disikapi secara proporsional. Karena kelasiman yang berlaku / membudaya pada setiap saat / zaman tertentu perlu dinilai asa manfaatnya bagi kesejahteraan manusia</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><strong>10 petunjuk hidup sehat ( Askandar Tjokroprawiro)</strong></span></p>
<ol style="text-align: justify">
<li>Glukose :  Batasi penggunaan makanan dan minuman manis (gula ) yang berlebihan</li>
<li>Uric Acid : Batasi makanan yang mengandung purine seperti Jeroan – alcohol – sarden, burung dara – unggas –kaldu – emping- tape ( JAS BUKET)</li>
<li>Lemak ( Lipid) : Kurangi makanan yang mengandung telur – keju – kepiting, udang, kerang, cumi, susu, santen</li>
<li>Obesitas : cegah kegemukan</li>
<li>Sigaret : stop merokok !</li>
<li>Hipertensi : cegah konsumsi garam berlebihan</li>
<li>Inactivity : upayakan olahraga teratur, jalan setiap hari minimal 3 km, atau kalau bisa seribu ( 1000 ) langkah</li>
<li>Stress : Usahakan  tidur nyenyak minimal 6 jam</li>
<li>Alcohol abuse : Stop minum alkohol</li>
<li>Regular check up : minimum 6 bulan 1 sekali, apabila mempunyai factor resiko, maka GMC  harus lebih sering ( 1, 2, 3 bulan )</li>
</ol>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #0000ff"><em><strong>Ringkasan</strong></em></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong> </strong>Uraian singkat tentang makna pemeriksaan medik berkala, kendala internal dan eksternal terhadap proses kejadian sakit, konsep menua sehat  petunjuk hidup sehat telah dipaparkan, dengan harapan dapat dipelajari secara seksama. Harapan yang terkandung agar didapat pemahaman yang jelas sebagai pedoman menjaga karunia sang Pencipta.</p>
<p style="text-align: justify">Sesuai dengan slogan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1983 tentang Usia Lanjut : <strong><em>” Do not put years to life but life into years”</em></strong> yang mempunyai makna : <span style="color: #000000"><em>&#8220;Usia yang  panjang tidak ada artinya bila tidak berguna bagi sesama, tidak berbahagia serta tidak mandiri dengan mempunyai kualitas hidup yang optimal</em>&#8220;.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/02/kualitas-kehidupan-menua-yang-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Pemeriksaan Genetik</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/02/manfaat-pemeriksaan-genetik/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/02/manfaat-pemeriksaan-genetik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 13:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :  DR.dr. F. M. Judajana, SpPK (K) Sering kita mendengar, membaca, maupun terlibat dalam diskusi  ringan maupun yang berbobot dalam dunia akademis, bahwa penyebab yang tersering suatu kejadian sakit adalah suatu kelainan genetik. Kelainan pada sistem tersebut dikaitkan dengan pola pewarisan kejadian  penyakit yang sering menimpa dalam satu keluarga. Kelainan tersebut menarik perhatian dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #008000;">Oleh :  <strong>DR.dr. F. M. Judajana, SpPK (K)</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sering kita mendengar, membaca, maupun terlibat dalam diskusi  ringan maupun yang berbobot dalam dunia akademis, bahwa penyebab yang tersering suatu kejadian sakit adalah suatu kelainan genetik. Kelainan pada sistem tersebut dikaitkan dengan pola pewarisan kejadian  penyakit yang sering menimpa dalam satu keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelainan tersebut menarik perhatian dan mudah dimengerti karena pemahaman nya disetarakan dengan suatu sistem informatik dan dinyatakan system Genetik tersebut  merupakan <strong><em>”central processing unit”</em></strong>(pusat proses) kehidupan mahluk hidup. Opini tersebut sebenarnya tidak salah, karena itu  kelainan genetik sering merupakan  jawaban terakhir atau seolah merupakan opini ”pelarian” kalau tidak ditemukan jawaban yang mendekati kepastian dari pertanyaan yang diperbincangkan dalam diskusi  tsb, Karena pemahaman yang ada menyatakan bahwa setiap individu mempunyai karakteristik yang berbeda, dan disimpulkan bahwa  setiap individu mempunyai susunan  molekul/ struktur biologik yang ”unik ”.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Benarkah demikian ?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong> Seperti diketahui setiap individu memunyai karakter biologik yang sudah tercetak sejak mahluk hidup lahir dengan perbedaan yang karakteristik atau spesifik dalam susunan molekulnya  sekalipun setiap tubuh  mempunyai kesamaan dalam susunan tubuh yaitu adanya sistem, organ, jaringan dan   sel .</p>
<p style="text-align: justify;">Sel sebagai unit terkecil dari struktur tubuh manusia tersebut mempunyai  unit struktur yang sangat penting disebut <strong>gen</strong>. Substansi biologik tersebut merupakan unit dasar yang merupakan petanda diri ( karakteristik) dan akan diwariskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gen secara biologik merupakan sistem yang membawa informasi tentang sifat, karakter , bawaan, dan  ekspresi / respons dalam interaksinya  dengan faktor eksternal. Berpijak pada penelitian yang bayak dilakukan, disimpulkan  bahwa variasi genetik  tertentu yang terdapat pada individu mempunyai keterkaitan dengan resiko penyakit pada individu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Mutasi genetik </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Suatu aktifitas  gen  diharapkan berlansung  normal, dan tidak terjadi gangguan pada struktural maupun fungsional. Namun dalam kehidupan yang riil terjadi dinamika biologik  karena  pengaruh  internal (tubuh) maupun eksternal (lingkungan).</p>
<p style="text-align: justify;">Penyimpangan / kelainan yang struktural  ( susunan genetik) lasim disebut <strong>mutasi </strong>yang akan  melahirkan penyimpangan fungsional, misalnya pada keganasasan (kanker), atau karena overekspresi fungsional pada gen tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Manfaat Pemeriksaan Genetik</strong></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Deteksi pola pewarisan genetik</li>
<li>Prediksi respons terhadap suatu      pengobatan</li>
<li>Prediksi  respon terhadap kerentanan/ resiko      terhadap penyakit tertentu</li>
<li>Penilaian keberhasilan suatu tindakan      pencegahan penyakit melalui vaksinasi</li>
<li>Penilaian Prognosis kejadian sakit</li>
<li>Pemeriksaan keayahan ( Paternity      testing)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Efisiensi Pemeriksaan Gen </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Suatu langkah yang bijak dalam dunia kedokteran untuk penanganan penderita  apabila  tahapan pengobatan berkonsep tepat sasaran, berpijak pada suatu konsep diagnostik yang cermat, dan tepat guna.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasar pemeriksaan gen sebagai salah satu tahapan diagnostik / pra pengobatan, akan memberi kemudahan dalam menyusun strategi pengobatan yang efisien, sesuai, terhindar dari dampak samping yang merugikan, tidak buang waktu dan kerugian materi, berdasar pola gene yang  karakterisik ada pada penderita tersebut.</p>
<p><strong>Motto : <em>Cegahlah bila bisa dicegah, dan tundalah bila tidak bisa dihindari.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/02/manfaat-pemeriksaan-genetik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PARAHITA PEDULI MERAPI</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/01/parahita-peduli-merapi/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/01/parahita-peduli-merapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 15:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dadang Winarko (Wakil Kacab PARAHITA Yogyakarta) MISI PARAHITA Diagnostic Center adalah Kemanfaatan, Kesuksesan dan Kebahagiaan. Untuk mewujudkan salah satu Misi perusahaan yaitu Kemanfaatan dan salah satu tanggung jawab sosial terhadap sesama. PARAHITA Diagnostic Center  melakukan kegiatan CSR dengan berperan serta meringankan penderitaan warga Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terkena dampak bencana letusan Gunung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #339966;">Oleh : Dadang Winarko (Wakil Kacab PARAHITA Yogyakarta)</span></p>
<p style="text-align: justify;">MISI PARAHITA Diagnostic Center adalah Kemanfaatan, Kesuksesan dan Kebahagiaan. Untuk mewujudkan salah satu Misi perusahaan yaitu Kemanfaatan dan salah satu tanggung jawab sosial terhadap sesama.</p>
<p>PARAHITA Diagnostic Center  melakukan kegiatan CSR dengan berperan serta meringankan penderitaan warga Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terkena dampak bencana letusan Gunung Merapi. Kegiatan ini dilakukan sejak letusan pertama yaitu pada tanggal 26 Oktober 2010.</p>
<p>Kegiatan yang dilakukan antara lain :</p>
<p>a.       Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis</p>
<p>b.      Pembagian  Sembako</p>
<p>c.       Pembagian  Keperluan Sehari-hari, seperti ; peralatan mandi dan masak serta Alas tidur</p>
<p>d.      Pembagian Selimut dan Baju Baru / Pantas Pakai</p>
<p>e.      Pembagian makanan dan susu bagi anak-anak</p>
<p>f.        Pembagian masker</p>
<p>Di dalam melakukan kegiatan pengobatan dan pemeriksaan gratis ini Parahita juga bekerjasama dengan DOKKES POLDA DIY maupun instansi yang lain.</p>
<p>Daerah-daerah yang diberikan bantuan meliputi:</p>
<p>a.       Warga Desa Giri Kerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman</p>
<p>b.      Warga Desa Ngumbul Banguntirto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman</p>
<p>c.       Barak Pengungsian Balai Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman</p>
<p>d.      Barak Pengungsian warga, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman</p>
<p>e.      Barak Pengungsian Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman</p>
<p>f.        Barak Pengungsian Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman</p>
<p>g.       Barak Pengungsian Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman</p>
<p>h.      Barak Pengungsian Stadion Maguwo Harjo, Kecamatan Maguwo, Kabupaten Sleman</p>
<p>i.         Warga Desa Gulon,  Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang</p>
<p>j.        Barak Pengungsian Kantor Kecamatan Prambanan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten</p>
<p>k.       Barak Pengungsian Manisrenggo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten</p>
<p>Kegiatan CSR  dalam meringankan korban bencana alam ini sebelumnya juga dilakukan di beberapa tempat antara lain Korban Lapindo Sidoarjo, Gempa Bumi Padang pada tahun 2009 dan  Gempa Bumi Yogyakarta pada tahun 2006.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/01/parahita-peduli-merapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemeriksaan HSG (Hysterosalpingography)</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/01/pemeriksaan-hsg-hysterosalpingography/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/01/pemeriksaan-hsg-hysterosalpingography/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 14:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : dr. Devi Triyadi (dokter PARAHITA Cabang Dharmawangsa Surabaya) Pemeriksaan HSG (Hysterosalpingography) atau biasanya banyak disebut Tiup Rahim merupakan pemeriksaan yang seringkali direkomendasikan oleh dokter kepada pasien wanita yang mengalami infertilitas atau sudah 1 tahun menikah tapi belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Apakah sebenarnya pemeriksaan HSG (Hysterosalpingography) itu? Pemeriksaan HSG merupakan suatu pemeriksaan sinar-x dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><em>Oleh : dr. Devi Triyadi (dokter PARAHITA Cabang Dharmawangsa Surabaya)</em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan HSG<em> (Hysterosalpingography)</em> atau biasanya banyak disebut Tiup Rahim merupakan pemeriksaan yang seringkali direkomendasikan oleh dokter kepada pasien wanita yang mengalami infertilitas atau sudah 1 tahun menikah tapi belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>Apakah sebenarnya pemeriksaan HSG (<em>Hysterosalpingography)</em> itu?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan HSG merupakan suatu pemeriksaan sinar-x dengan memasukkan zat kontras melalui alat khusus (kateter) ke dalam rongga rahim dan saluran telur melalui vagina kemudian di-foto (rontgen) untuk melihat aliran zat kontras tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>Manfaat dari pemeriksaan HSG<em> (Hysterosalpingography)</em> adalah:</strong></span></p>
<ol>
<li>Mendiagnosis ada tidaknya sumbatan dan lokasinya pada salah satu atau kedua saluran telur (Tuba falopii) yang dapat menghambat bertemunya sel sperma dan sel telur.</li>
<li>Untuk melihat bentuk dan struktur rahim</li>
<li>Mendeteksi ketidaknormalan pada rahim misalnya kelainan bentuk rahim, polip, mioma atau jaringan parut yang dapat menyebabkan infertilitas atau keguguran berulang.</li>
</ol>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;"><strong>Kapan Pemeriksaan </strong><strong>HSG (<em>Hysterosalpingography) </em>ini dilakukan?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemeriksaan ini dilakukan pada hari ke 9 – 12 setelah hari pertama menstruasi dikarenakan pada rentang waktu tersebut belum terjadi pembuahan atau dilepaskannya sel telur dari indung telur dan juga biasanya pada hari ke 9 haid telah selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Di PARAHITA pemeriksaan HSG dilakukan pada hari ke 10, 11, 12</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;"><strong>Siapa yang melakukan pemeriksaan HSG <em> </em>ini?</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yang melakukan pemeriksaan ini adalah dokter ahli radiologi dengan dibantu petugas radiologi (radographer). Sampaikan kepada dokter bila memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan atau bahan sinar X(kontras).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>Apa persiapan pemeriksaan </strong><strong>HSG <em>?</em></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak melakukan hubungan sex 2 hari sebelumnya dan tidak mengalami menstruasi atau perdarahan pervaginam.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>Keluhan yang mungkin timbul setelah dilakukan </strong><strong>HSG (<em>Hysterosalpingography) </em>:</strong></span></p>
<ol>
<li>Nyeri sedang pada perut yang timbul sampai beberapa jam setelah pemeriksaan.</li>
<li>Bercak darah pada vagina selama beberapa hari.</li>
<li>Reaksi alergi terhadap bahan kontras yang dapat mengakibatkan shock.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/01/pemeriksaan-hsg-hysterosalpingography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>82</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WASPADAI HEPATITIS C PENYEBAB PENYAKIT HEPATITIS KRONIK</title>
		<link>http://labparahita.com/parahita/2011/01/waspadai-hepatitis-c-penyebab-penyakit-hepatitis-kronik/</link>
		<comments>http://labparahita.com/parahita/2011/01/waspadai-hepatitis-c-penyebab-penyakit-hepatitis-kronik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 14:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dokdev</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://labparahita.com/parahita/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: dr. Arina Ismah Afiati (dokter PARAHITA Cab. Yogyakarta) Infeksi hepatitis C merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia dengan angka insidensi 170 juta orang di seluruh dunia. Salah satu masalah utama yang ditimbulkan penyakit ini karena hampir 85 % orang yang terinfeksi akan menjadi kronis, dan sepertiganya akan berkembang menjadi sirosis atau kerusakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="color: #0000ff;"><strong><em>Oleh: dr. Arina Ismah Afiati (dokter PARAHITA Cab. Yogyakarta)</em></strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Infeksi hepatitis C</strong> merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia dengan angka insidensi 170 juta orang di seluruh dunia. Salah satu masalah utama yang ditimbulkan penyakit ini karena hampir 85 % orang yang terinfeksi akan menjadi kronis, dan sepertiganya akan berkembang menjadi sirosis atau kerusakan jaringan hati yang berat .</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah yang dimaksud dengan penyakit Hepatitis C ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan peradangan pada jaringan liver / hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C.  Keadaan ini dapat berlanjut menjadi kerusakan jaringan hati yang luas yang disebut sirrosis hepatis. Pada beberapa kasus sirosis akan berkembang menjadi kegagalan hati, termasuk kanker hati.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah penyebab infeksi Hepatitis C ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyebabnya adalah virus hepatitis C, merupakan family <em>Flaviviridae</em>, termasuk golongan virus RNA.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana cara penularan penyakit ini ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyebaran virus ini melalui darah, dapat melalui jalan tranfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, misal pada pengguna narkoba suntik, transplantasi organ. Hepatitis C juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual, namun kemungkinannya kecil, namun memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti dapat meningkatkan resiko infeksi. Berbeda dengan hepatitis B, penularan melalui ibu hamil ke janin saat proses kelahiran ataupun melalui ASI juga tidak biasa ditemukan. Hepatitis C juga dapat ditularkan melalui kecelakaan kerja, misalnya pada petugas kesehatan yang terkena darah / cairan tubuh yang terkontaminasi virus. Lebih dari 50% kasus hepatitis C ditransmisikan melalui penggunaan obat-obatan suntik / injeksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana gejala penyakit ini ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal infeksi, hanya sekitar 25 % pasien yang menunjukkan gejala hepatitis akut, seperti misalnya lemah, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, dan demam tidak tinggi. Kadang muncul gejala kuning pada kulit dan mata ( <em>ikterik</em>).  Namun, 75% pasien tanpa gejala. Bahkan sampai penyakit menjadi kronik, sering pasien tetap asimptomatik ( tanpa gejala ).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Siapa saja yang perlu melakukan pemeriksaan hepatitis C ?</strong></p>
<ul>
<li>Skreening hepatitis C perlu dilakukan pada orang – orang yang beresiko tinggi, seperti misalnya :</li>
<li>Penerima donor transplantasi organ (misalnya kornea, kulit, ginjal, hati, dll).</li>
<li>Pengguna narkoba suntik</li>
<li>Mempunyai tattoo</li>
<li>Berganti – ganti pasangan seksual, atau menderita penyakit menular seksual</li>
<li>Mempunyai keluarga dekat ( suami atau istri ) yang menderita hepatitis C</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemeriksaan diagnostik apa yang perlu dilakukan untuk mendeteksi hepatitis C ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diagnosis hepatitis C berdasarkan pemeriksaan laboratorium yaitu Anti HCVdan IgM anti HCV dengan metode <em>enzyme immunoassay</em> untuk mendeteksi antibodi terhadap hepatitis C. Sedangkan untuk konfirmasi diagnosis dilakukan pemeriksaan HCV RNA PCR . Pemeriksaan HCV RNA PCR terdiri dari pemeriksaan kualitatif dan kuantitatif. PCR kualitatif dapat mengetahui keberadaan virus hepatitis C dalam darah (<em>viremia</em>). Sedangkan PCR kuantitatif dapat mengetahui jumlah virus dalam darah, sehingga dapat menentukan apakah perlu diberikan pengobatan dengan antivirus atau tidak. Namun, jumlah virus dalam darah (<em>viral load</em>) tidak berhubungan dengan beratnya penyakit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana cara pencegahan hepatitis C ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah hepatitis C.  Jadi cara mencegah yang paling baik adalah dengan menghindari cara penularan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Friedman,L.S., 2008, Liver, Biliary Tract, and Pancreas in Tierney,L.M.,McPhee,S.J.,Papadakis,M.A., (eds), Current Medical Diagnosis and Treatment,Lange, New York.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://labparahita.com/parahita/2011/01/waspadai-hepatitis-c-penyebab-penyakit-hepatitis-kronik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

